Senin, 8 Juni 2026

Video

VIDEO Pengerahan Militer Bukan Solusi Tepat Dalam Pembebasan Pilot Susi Air dari Tangan KKB Papua

Laksamana Yudo Margono selaku Panglima TNI, kembali menekankan terkait penyelesaian masalah penyanderaan pilot Susi Air dengan KKB Papua

Tayang:
Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Laksamana Yudo Margono selaku Panglima TNI, kembali menekankan terkait penyelesaian masalah penyanderaan pilot Susi Air dengan KKB Papua yang sampai sekarang belum menemui kata sepakat.

Dikatakannya, masalah penyanderaan pilot Philips Mark Merthens, tidak bisa diakhiri dengan pengerahan militer. Sebab pemerintah juga tidak menginginkan hal itu.

Pengerahan pasukan ke Papua, katanya, akan mengundang masalah baru, termasuk dampak yang timbul dan akan dialami langsung oleh masyarakat setempat.

Oleh karena itu, kata Yudo Margono, pemerintah masih berusaha melakukan pendekatan melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama dan meminta agar KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya segera membebaskan tawanan yang telah disandera selama ini.

Yudo Margono mengatakan itu seusai membuka latihan gabungan TNI Polri. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mau menggunakan cara-cara militer untuk menuntaskan masalah tersebut. Karena dampaknya akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan daerah itu.

Menurut Yudo Margono, solusi terbaik yang dilakukan untuk membebaskan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu, adalah negosiasi. Hanya cara itu yang bisa menghindari pelbagai hal yang tidak diinginkan.

Untuk diketahui, belakangan ini Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua kembali menggelar aksi brutalnya. Mereka menembaki Polsek dan Koramil Homeyo di Kabupaten Intan Jaya.

Aksi penembakan Polsek dan Koramil Homeyo itu, setelah anggota kelompok separatis teroris tersebut diduga menggasak sebuah senjata api laras panjang di Polsek Homeyo.

Hingga saat ini memang belum diketahui siapakah oknum yang mencuri senjata api tersebut. Namun kuat dugaan, pelakunya adalah anggota KKB Papua.

Salah satu indikasinya, adalah penembakan ke arah Polsek dan Koramil Homeyo saat ada pertemuan yang berlangsung di tempat tersebut.

Dalam aksi brutal tersebut, tak ada korban yang terluka atau pun yang meninggal dunia karena serangan mendadak tersebut.(*)

VO : Syita
EV : Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved