Berita Lhokseumawe
Angin Puting Beliung Landa Aceh Utara, Tujuh Rumah Rusak, Korban Mengungsi ke Barak
“Hanya kerusakan kecil pada bagian atas rumah yaitu seng terangkat. Mereka sekarang sudang menempati barak milik perusahaan,” ujar Iptu Gunawan.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sebanyak 7 warga di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara untuk sementara tinggal di sebuah barak milik perusahaan tempat mereka bekerja.
Hal ini lantaran rumah tempat mereka tinggal selama ini rusak usai diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan tersebut.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK melalui Kapolsek Simpang Keuramat, Iptu Gunawan Adi mengatakan, angin puting beliung itu terjadi pada Minggu (6/8/2023) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang atau puting beliung ini,” kata Kapolsek.
“Hanya kerusakan kecil pada bagian atas rumah yaitu seng terangkat. Mereka sekarang sudang menempati barak milik perusahaan,” ujar Iptu Gunawan, Senin (7/8/2023).
Di sisi lain, sambung Kapolsek, untuk saat ini para korban tidak masuk kerja dan untuk upah mereka tetap dibayarkan oleh perusahaan.
“Mereka bekerja dan menempati rumah di kompleks Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PT Satya Agung, itu dihuni oleh pekerja perusahaan," sambungnya.
Ditambahkan dia, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, untuk kerugian para korban ditaksir sekitar Rp 100 juta.
"Korban bencana alam itu sementara kini tinggal dibarak. Kita juga mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai angin kencang,” pesan Kapolsek.
“Jika berada di dekat pohon, sebaiknya menjauh, berlindung dalam ruangan yang kokoh,” sebutnya.
Selain itu, tambahnya, jika terjadi bencana alam untuk segera melaporkan ke perangkat desa atau pihak kepolisian terdekat.
“Segera laporkan jika ada bencana alam, jika terjadi kerusakan maupun korban jiwa, juga harus segara dilaporkan,” tukas dia.
Kapolsek merincikan, ketujuh korban angin puting beliung di Gampong Batu Delapan, Kecamatan Simpang Keramat, Aceh Utara tersebut, yaitu Warsono (45), Yapin (60), Hariyono (55), Ali Suryono (45), Muasin (42), Abu (60), dan Selamet (50).
“Perusahaan sudah menanggung semua kebutuhan karyawannya yang terkena musibah,” urai Kapolsek.
“Sehingga untuk kebutuhan mereka sehari-hari, sudah ditanggung semua. Hanya tinggal menunggu kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/puting-beliung-rusakkan-7-rumah-di-acut.jpg)