BPPA Gelar Pementasan Seni Budaya Aceh dan Bazar Kuliner di Taman Mini
Kegiatan ini untuk menarik kunjungan ke Anjungan Pemerintah Aceh di TMII sehingga tertarik untuk berkunjung langsung ke Aceh.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Aceh, Dr H Iskandar membuka Pergelaran Seni Budaya Aceh dan Bazar Kuliner Aceh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan RI, diselenggarakan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta, di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (20/8/2023).
Hadir Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM), Ketua Diaspora Global Aceh (DGA), Mustafa Abubakar, Ketua Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta, Surya Darma, Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah, Claudia Ingkiriwang dan sejumlah tokoh Aceh lainnya.
Mewakili Pj Gubernur Aceh, Dr H Iskandar mengatakan, setiap kali memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, mengingatkan pada salah satu julukan yang diberikan Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kepada Aceh, yakni Aceh sebagai Daerah Modal.
Julukan ini diberikan Bung Karno saat mengadakan kunjungan kerja ke Aceh pada 15 s.d 20 Juni 1948. Hasil dari kunjungan tersebut sebagaimana kita ketahui, adalah terkumpulnya dana dari para tokoh dan pemimpin Aceh pada masa itu, yang kemudian bisa digunakan untuk membeli pesawat yang selanjutnya diberi nama Seulawah RI-001 dan RI 002.
Kedua pesawat ini selain berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan kembali Belanda, juga menjadi cikal bakal terbentuknya maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia Airways. Replika pesawat Seulawah RI-001 yang dengan gagah berdiri di tengah-tengah Anjungan Pemerintah Aceh, Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) mengingatkan fakta sejarah yang sangat penting tersebut.
“Fakta sejarah ini tentu penting untuk terus disampaikan, termasuk kepada para pengunjung Anjungan Pemerintah Aceh, TMII, mengingat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2014 tentang Revitalisasi Fungsi dan Peran Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah, pada Pasal 2 juga mengamanatkan revitalisasi fungsi dan peran Anjungan Daerah di TMII bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan dan merupakan wahana perekat persatuan dan kesatuan bangsa; menampilkan dan mensosialisasikan potensi budaya dan produk - produk unggulan daerah; dan menjadikan Anjungan Daerah di TMII sebagai show window potensi budaya dan ekonomi daerah.
“Kegiatan pada pagi hari ini yang diisi dengan penampilan dari para seniman Aceh dan bazar kuliner khas Aceh, merupakan mata rantai pelaksanaan fungsi dan peran Anjungan Daerah di TMII. Selain menjadi pengingat sejarah, Anjungan Pemerintah Aceh TMII juga mengajak berbicara masa depan, dengan menggali potensi daerah agar bisa dikembangkan bersama Kekhasan kuliner Aceh dan keunikan seni budaya Aceh yang ditampilkan pada acara ini, diharapkan bisa ikut menunjang daya tarik wisata bagi Aceh. Sehingga bagi yang pernah mengunjungi Anjungan Pemerintah Aceh TMII diharapkan memiliki ketertarikan untuk berlanjut dengan berkunjung ke Aceh yang juga memiliki beragam destinasi wisata yang menarik,” katanya.
Kepala BPPA Akkar Arafat, SSTP.,M.Si dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan pergelaran seni budaya Aceh dan bazar kuliner khas Aceh ini melibatkan berbagai kalangan, dari pelajar tingkat SD hingga orang dewasa di Anjungan Pemerintah Aceh TMII.
Selain melalui pergelaran seni budaya dan bazar kuliner, secara rutin pelaksanaan fungsi Anjungan Pemerintah Aceh TMII juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada para pengunjung, khususnya pelajar dan mahasiswa, meski sifatnya responsif bukan inisiatif.
Ia juga menjelaskan penerapan kurikulum merdeka di sekolah-sekolah yang diikuti pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadikan Anjungan Pemerintah Aceh TMII, salah satu obyek kunjungan belajar. “Hal ini membuka kesempatan yang makin luas bagi BPPA melalui Anjungan Pemerintah Aceh TMII untuk mengedukasi para pelajar dengan menginformasikan dan mempromosikan potensi Aceh dari sisi kesejarahan, seni budaya maupun keunikan daerahnya.
Untuk pelaksanaan program dan kegiatan BPPA di Anjungan Pemerintah Aceh TMII tentunya memerlukan dukungan dari Pemerintah Aceh baik eksekutif maupun legislatif. Dengan bersama-sama menyaksikan pergelaran seni budaya dan bazar kuliner Aceh, barangkali ada masukan-masukan agar program dan kegiatan di Anjungan Pemerintah Aceh bisa berkembang lebih baik,” kata Akkar Arafat.
Serangkaian pertunjukan seni dihadirkan memeriahkan kegiatan tersebut, melibatkan seniman Aceh di Jakarta. Atraksi seni yang meliputi tari, didong banan Lesbuga, Ratoh Jaroe, seumapa Syekh Idris Arhas, pertunjukan musik dan pembacaan puisi penyair Aceh Fikar W.Eda.
Bazar kuliner menghadirkan aneka makanan khas yang berasal dari berbagai perwakilan masyarakat Aceh di Jabodetabek. Suasana tampak sangat meriah dan menghibur.(*)
Baca juga: Wamenkominfo Harapkan Diplomasi Kuliner Aceh Diperluas, Nezar Ikut Aduk Kuah Beulangong di Acara SKA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bazaar-kuliner-khas.jpg)