Berita Banda Aceh
Srikandi PP Banda Aceh Gelar Diskusi tentang Kepemiluan, Sayed Muhammad Muliady Jadi Pembicara
Kegiatan yang mengusung tema “Menakar Peran Pemilih Perempuan dalam Politik Kepemiluan” itu dikuti oleh pengurus Srikandi PP Banda Aceh
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Banda Aceh menggelar diskusi publik kepemiluan di Steak On You Cafe Kota Banda Aceh, Minggu (1/10/2023).
Kegiatan yang mengusung tema “Menakar Peran Pemilih Perempuan dalam Politik Kepemiluan” itu dikuti oleh pengurus Srikandi PP Banda Aceh, perwakilan DPW Srikandi Provinsi Aceh dan perwakilan Satuan Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) PP Banda Aceh.
Adapun pemateri dalam diskusi publik ini diisi oleh tokoh muda Aceh yang juga kader Pemuda Pancasila, H Sayed Muhammad Muliady SH yang berkarir sebagai advokat.
Selain sebagai advokat, Sayed juga aktif diberbagai organisasi nasional, salah satunya sebagai Sekretaris Jenderal DPP KNPI periode 2008-2011 dan pernah menjabat anggota DPR RI Periode 2009-2014.
Ketua DPC Srikandi PP Banda Aceh, Cut Intan Arifah mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka penguatan pemilih perempuan agar menjadi pemilih cerdas demi melahirkan pemimpin yang berintegritas.
“Kami berharap dengan kegiatan ini para perempuan akan mampu untuk menentukan pilihannya yang tepat pada pemilu dan pileg. Sehingga suara dari para perempuan juga akan bermanfaat dan tidak sia-sia,” kata Cut Intan.
Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Ormas Pemuda Pancasila Banda Aceh, T Rinaldi yang akrab disapa Popon dalam sambutannya mengatakan peran pemilih perempuan sangat strategis, baik pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun pada kuota 30 persen unsur perempuan di calon legislatif.
“Oleh karena itu perempuan sangat penting perannya dalam pemilihan mendatang untuk menentukan arah bangsa ini,” kata T Rinaldi.
Sementara Sayed Muhammad Muliady dalam paparannya menyampaikan, berdasarkan data yang ada lebih dari 60 % DPT di setiap pemilu adalah perempuan.
“Namun fakta di lapangan banyak perempuan tidak saling mendukung caleg perempuan. Jika saling kompak akan dengan sangat mudah meloloskan banyak anggota dewan perempuan,” kata pria yang akrab disapa Bang Sayed ini.
Padahal menurutnya, secara kuota perempuan sudah disediakan oleh pemerintah sebanyak 30 % . Ditambah dengan semakin banyak rintangan para caleg dengan sistem pemilu proporsional terbuka, yang mana setiap caleg saling bersaing bukan antar partai, namun oleh sesama partai sendiri.
“Sistem ini juga membuat potensi money politic lebih merajalela, karena Indonesia khususnya Aceh pemilihnya masih banyak yang irasional,” kata Sayed Muhammad Muliady.
Diskusi publik ini juga dihadiri Teuku Alvian dari unsur Majelis Pimpinan Wilayah PP Provinsi Aceh, Sekretaris MPC PP Banda Aceh Mahdani A Manaf, Wakil Ketua I Reza Senopati dan juga unsur Sapma PP Banda Aceh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tokoh-muda-Aceh-yang-juga-kader-Pemuda-Pancasila.jpg)