Selasa, 9 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Wacana Hadirkan Bank Konvensional untuk PON, ISAD: Pengkhianatan Terhadap Syariat Islam

Pernyataan ini disampaikan Ketua Departemen Penegakan Syariat Islam DPP ISAD Aceh, Tgk Aria Sandra MAg merespon wacana tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Departemen Penegakan Syariat Islam DPP ISAD Aceh, Tgk Aria Sandra MAg. 

Wacana Hadirkan Bank Konvensional untuk PON, ISAD: Pengkhianatan Terhadap Syariat Islam

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) angkat bicara terkait wacana menghadirkan kembali Bank Konvensional ke Aceh dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Menghadirkan kembali Bank Konvensional untuk melayani peserta PON di Aceh merupakan pemikiran yang mengandung logika rusak dan pengkhianatan terhadap Syari’at Islam di Aceh.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Departemen Penegakan Syariat Islam DPP ISAD Aceh, Tgk Aria Sandra MAg merespon wacana tersebut.

“Wacana menghadirkan kembali bank konvensional dengan dalih melayani peserta PON di Aceh sejujurnya adalah upaya pengkhianatan terhadap Syari’at Islam di Aceh dan mengandung logika yang sangat rusak,“ ujar Tgk Aria dalam pernyataan persnya, Rabu (25/10/2023).

Baca juga: Hukum Pinjam Uang ke Bank Konvensional dalam Kondisi Darurat, Riba? Begini Kata Buya Yahya 

Menurut Tgk Aria, Bank Syariah di Aceh sudah terus memperbaiki kualitas layanannya sehingga seharusnya masyarakat dapat mempercayai dan mendorong peningkatan kualitas Bank Syariah.

“Seharusnya kita mendorong agar peserta PON dapat mengikuti aturan di Aceh termasuk soal bank ini,”

“Apa salahnya kita mendorong mereka menggunakan bank Syariah dan juga mendorong bank Syariah di Aceh dapat menyempurnakan layanannya termasuk melayani peserta PON?,” kata aktivis dayah yang juga akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdhatul Ulama Aceh ini.

“Kalau tamu datang ke rumah kita, bukankah tamu yang kita ajarkan bagaimana aturan di rumah, dan bukan aturan di rumah kita yang harus berubah demi tamu?,” tanyanya lagi.

"Syari’at Islam di Aceh harus dihargai oleh semua pihak. Apalagi oleh Pemerintah Aceh. Jangan aneh-aneh. Syari’at Islam di Aceh bukan barang murah," tegas Tgk Aria.

Baca juga: Ajarkan Santri Hidup Bersih dan Sehat, ISAD Aceh dan Lembaga Filantropi Gelar PHBS di 5 Dayah

Ia juga mengatakan bahwa sepengatahuannya Bank Syariah di Aceh terus berupaya memperbaiki layanannya.

 Jadi tidak ada alasan apapun yang membenarkan upaya menghadirkan kembali bank konvensional di Aceh.

“Kita tidak boleh menjadi pengkhinat Syari’at Islam di Aceh. Harus diingat bahwa Syariat Islam di Aceh tidak datang dengan tiba-tiba,”

“Perjuangannya berat dan panjang. Bahwa konsekuensi dari penegakan Syariat Islam di Aceh adalah termasuk urusan muamalah dan praktik perbankan sehingga dari sini menolak bank konvensional adalah keniscayaan,“ pungkas Tgk Aria Sandra. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved