Konflik Palestina vs Israel
Menteri Spanyol Ajak Eropa Embargo Israel dan Pidanakan Netanyahu: Hentikan Genosida di Palestina
Menteri Hak-Hak Sosial Spanyol Ione Belarra menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk menindak Israel dan "menghentikan genosida" Palestina.
SERAMBINEWS.COM, MADRID - Menteri Hak-Hak Sosial dan Agenda 2030 Spanyol Ione Belarra menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk menindak Israel dan "menghentikan genosida" Palestina.
Belarra menyebut negara-negara Eropa bisa melakukan empat hal untuk menindak Israel.
Seruan tersebut disampaikan Ione Belarra usai pemerintah Israel menyatakan tidak akan memberi visa kepada pejabat-pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Israel tidak terima dengan komentar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang menyebut penjajahan Israel di Palestina.
"Ini adalah hasil dari kenyataan bahwa Netanyahu ataupun Negara Israel tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas pendudukan ilegal mereka atas wilayah Palestina beberapa dekade belakangan," kata Belarra melalui media sosialnya pada Rabu (25/10/2023).
Belarra menyerukan empat hal kepada negara-negara Eropa, yakni menangguhkan hubungan diplomatik dengan Israel, menerapkan sanksi ekonomi tegas seperti kepada Rusia usai menginvasi Ukraina, menerapkan embargo senjata ke Israel, dan menyeret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta pejabat yang bertanggung jawab ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
"Keempat, sebagaimana juga dilakukan dalam kasus perang di Ukraina, bawa Netanyahu dan semua pemimpin politik yang bertanggung jawab atas pengeboman penduduk sipil ke hadapan Mahkamah Pidana Internasional," kata Belarra.
"Mari bertindak, sekarang masih mungkin untuk menghentikan genosida," lanjutnya.
Hingga Kamis (26/10), gempuran Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan 6.546 orang, termasuk 2.704 anak-anak dan 1.584 perempuan. Sedangkan korban luka berjumlah lebih dari 17.439 orang.
Dalam kurun yang sama, kekerasan dan serangan Israel ke Tepi Barat menewaskan setidaknya 103 orang dan melukai 1.828 lainnya.
Baca juga: VIDEO Potret Pilu Kehidupan Pengungsi di Khan Yunis Gaza Selatan
Israel Disebut Gunakan Kelaparan Warga Palestina di Gaza Sebagai Senjata Perang
Israel disebut gunakan kelaparan warga palestina di Gaza sebagai senjata perang setelah memutus pasokan makanan, air, listrik dan bahan bakar.
Hal tersebut diungkapkan oleh yayasan amal indipenden yang berbasis di Inggris, Oxfam.
Oxfam merupakan yayasan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan global.
Israel melakukan blokade total ke Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober lalu.
Trump Sesumbar Akhiri Perang Gaza dalam Dua Pekan di Tengah Serangan Israel yang Terus Meningkat |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Trump Siapkan Rencana Gaza Pasca-perang, Warga Palestina Khawatir Jadi Korban Relokasi Paksa |
![]() |
---|
Enam Orang Tewas dan Puluhan Terluka Akibat Serangan Israel ke Ibu Kota Yaman, Houthi Janji Balas |
![]() |
---|
Israel Serang Ibu Kota Yaman dengan Bom Cluster, Menargetkan Infrastruktur Sipil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.