Senin, 13 April 2026

Palestina

Israel Tolak Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Israel dengan jelas menentang pengiriman bantuan kemanusiaan ke utara Gaza dimana sekitar 300.000-400.000 orang hingga saat ini masih terdampak perang

Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Relawan ASAR menyalurkan bantuan kemanusian dari rakyat Aceh untuk Palestina, Selasa (31/10/2023). 

SERAMBINEWS.COM, JENEWA - Israel dengan jelas menentang pengiriman bantuan kemanusiaan ke utara Gaza di mana sekitar 300.000-400.000 orang hingga saat ini masih terdampak perang Israel di wilayah terkepung itu, menurut Lynn Hastings, koordinator kemanusiaan PBB di Palestina.

“Pemerintah Israel sudah jelas bahwa mereka tidak ingin kami mengirimkan (bantuan) ke wilayah utara,” kata Hastings dalam konferensi pers di Jenewa secara virtual.

“Jadi, staf kami harus menanggung risiko keamanan tertentu jika kami menentukan bantuan yang harus kami berikan untuk menyelamatkan nyawa mereka,” tegas Hastings.

"Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari satu juta orang tidak bisa begitu saja mengambil dan pindah ke selatan di mana telah terjadi serangan berulang kali, tidak ada layanan yang diberikan, tidak ada tempat berlindung di sana," ujar dia.

Hastings menegaskan bahwa mereka harus bisa menyalurkan bantuan kepada masyarakat Gaza dan mereka harus bisa menyalurkan bantuan ke mana pun masyarakat membutuhkan.

Mengingat jumlah truk yang telah memasuki Jalur Gaza sejak 7 Oktober berjumlah 74 truk, dia mengatakan mereka memperkirakan akan menerima delapan truk lagi hari ini.

Ada sekitar 10 dan 20 truk setiap hari yang disalurkan, yang jelas tidak cukup, ujar dia, sambil menambahkan bahwa 450 truk akan masuk setiap hari sebelum tanggal 7 Oktober.

Hastings mencatat, sebelum konflik meletus, 46 truk bahan bakar menyeberang setiap hari. “Saya rasa hal ini memberi Anda gambaran bahwa 782 truk telah menyeberang sejak 7 Oktober hingga saat ini dan tidak ada satupun yang membawa bahan bakar.”

Konflik di Gaza dimulai ketika kelompok Palestina Hamas memulai Operasi Badai Al-Aqsa – sebuah serangan mendadak multi-cabang pada 7 Oktober yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara.

Hamas mengatakan serangan itu merupakan pembalasan atas penyerbuan Israel di Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Militer Israel kemudian melancarkan serangan udara tanpa henti terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Hampir 8.500 orang tewas selama konflik di wilayah itu, di antaranya sedikitnya 7.028 warga Palestina dan 1.400 warga Israel.(AnadoluAgency)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved