Pemkab Aceh Utara Usul 179 Penyuluh Pertanian Jadi PPPK ke Kementan, Difasilitasi TA Khalid
Karena jumlah Penyuluh Pertanian yang ada saat di Aceh Utara masih tenaga bakti dan belum mencukupi....
Penulis: Jafaruddin | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pemkab bersama DPRK Aceh Utara menyampaikan usulan penambahan 179 Penyuluh Pertanian ke Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jalur formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Tahun 2024.
Karena jumlah Penyuluh Pertanian yang ada saat di Aceh Utara masih tenaga bakti dan belum mencukupi.
Surat usulan formasi PPPK Penyuluh Pertanian itu diserahkan Pj Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar, kepada Menteri Pertanian RI melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dr Dedi Nursyamsi, di Gedung Kementan, Jakarta pada Selasa (31/10). Pertemuan itu difasilitasi Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid.
Saat menyerahkan usulan tersebut, Pj Bupati Aceh Utara didampingi Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali MM bersama anggota dewan lainnya, Anwar Sanusi MSM, Anwar Risyen dan Nazir. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Erwandi.
Sedangkan dari Kementan juga hadir Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Ir H Ali Jamil.
“Saya hadir ke Kementan untuk memfasilitasi pertemuan ada Pak Pj Bupati dan Ketua DPRK bersama anggota dewan untuk pengusulan Penyuluh Pertanian menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Formasi PPPK,” kata TA Khalid, kepada Serambi, Selasa (31/10/2023).
Nantinya Kementan akan mengusulkan hal ini kepada Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan-RB) RI.
TA Khalid berharap nantinya Kemenpan RB bisa secepatnya membuka formasi penerimaan Penyuluh Pertanian melalui formasi PPPK.
“Kita harapkan secepatnya, kalau mungkin tahun ini. Kalau tidak mungkin tahun ini awal tahun 2024 sudah dibuka penerimaan PPPK untuk penyuluh pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali kepada Serambi menyebutkan, dirinya bersama anggota dewan lain hadir ke Kementan di Jakarta untuk ikut memperjuangkan agar penyuluh pertanian yang belum mencukupi dapat segera direkrut melalui jalur PPPK, sehingga kebutuhan penyuluh di Aceh Utara dapat mencukupi.
“Selain itu kita juga menyampaikan bahwa di Aceh Utara juga masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan agar bisa berproduksi. Karena itu kita harapkan Kementan juga dapat membantu petani di Aceh Utara sehingga lahan tersebut tidak menjadi lahan tidur,” pungkas Arafat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara Erwandi kepada Serambi menyebutkan jumlah kebutuhan Penyuluh Pertanian di Aceh Utara mencapai 237 orang.
Sedangkan saat ini yang tersedia 58 orang, sehingga masih kekurangan 179 Penyuluh Pertanian lagi.
Jumlah penambahan tersebut sudah diusulkan Pj Bupati Aceh Utara dalam pertemuan kemarin melalui surat.
Usulan tersebut kata Erwandi mendapat respons baik dari Kementan. Namun, berdasarkan penjelasan dari Kementan, kondisi kekurangan Penyuluh Pertanian bukan hanya terjadi di Aceh Utara tapi juga di sejumlah kabupaten/kota lain di Tanah Air.
“Saat ini jumlah penyuluh pertanian yang berstatus swadaya berdasarkan hasil pendataan kita sementara itu 110 orang,” katanya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.