Rabu, 15 April 2026

Dunia Kampus

Mahasiswa UIN Ar-Raniry & Universiti Islam Antarabangsa Malaysia Kecam Kebiadaban Israel

Kesepahaman ini dilanjutkan dengan penandatanganan MOU serta pernyataan Persepahaman mengecam kekejaman Israel terhadap Palestina.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBI INDONESIA
Sebanyak 15 Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Syedara Serumpun Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah dalam acara Festival Usuluddin. 

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 15 Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Syedara Serumpun Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah dalam acara Festival Usuluddin.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dewan Tuanku Permaisuri Hajjah Haminah, UniSHAMS, Sabtu (18/11/2023).

Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Internasional Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh turut serta menjadi panitia dan peserta lomba hafazah dan tilawah.

Tidak hanya itu, 15 mahasiswa KPM tersebut juga membuka stand pameran kerajinan tangan, makanan dan kopi khas Aceh.

Baca juga: Sejumlah Masjid di Aceh Terima Bantuan Lampu Tenaga Surya dalam Upaya Kampanye Hemat Energi

Momen ini juga dilakukan kesepakatan antara mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Malaysia, dengan memunculkan kesepahaman "Mahasiswa Nusantara Bersama Palestin."

Kesepahaman ini dilanjutkan dengan penandatanganan MOU serta pernyataan Persepahaman mengecam kekejaman Israel terhadap Palestina.

Pengurusi Ikatan Mahasiswa al-Qur'an dan Ushuluddin (I-Mas) UniSHAMS Malaysia, Muhammad Muhsin bin Fakhrul Anwar, dalam sambutannya menyatakan Indonesia dengan Malaysia memiliki kesepahaman untuk kebebasan untuk Palestina.

"Walaupun kita berbeda negara, tapi kita serumpun dan mempunyai pemikiran yang sama, yaitu kebebasan untuk Palestina," katanya.

Ketua Kuliah Pengabdian Masyarakat Syedara Serumpun, Aldi Robiansyah mengatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan.

"Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Penjajahan di atas Negeri Palestina bukan lagi tentang agama, tetapi tentang kemanusiaan dan keadilan," ungkapnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan ikrar mahasiswa terkait kemerdekaan Palestina, yakni:

"Ikrar mahasiswa Indonesia Malaysia. Satu, kami mahasiswa Indonesia Malaysia menjunjung kemerdekaan Palestina. Dua, kami mahasiswa Indonesia Malaysia memperjuangkan kedaulatan Palestina. Ketiga, kami mahasiswa Indonesia Malaysia menuntut keadilan bagi Palestina. Empat, kami mahasiswa Indonesia Malaysia memuliakan kemanusiaan bangsa Palestina."(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved