Kesehatan
Sering Kerja dan Angkat Beban Berat Sebabkan Rahim Turun hingga Sulit Hamil? Ini Kata dr Boyke
Pernah mendengar larangan perempuan tidak boleh mengangkat berat-berat karena berbahaya untuk rahim? Mitos atau fakta ya?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Sering Kerja dan Angkat Beban Berat Sebabkan Rahim Turun hingga Sulit Hamil? Ini Kata dr Boyke
SERAMBINEWS.COM - Pernah mendengar larangan perempuan tidak boleh mengangkat berat-berat karena berbahaya untuk rahim? Mitos atau fakta ya?
Banyak isu yang beredar di tengah masyarakat soal kehamilan, salah satunya adalah kabar yang mengatakan wanita yang sering mengangkat beban berat sebabkan rahim turun hingga sulit hamil.
Lantas benarkah mengangkat beban berat menjadi salah satu penyebab wanita sulit hamil ?
Menjawab hal tersebut, seksolog dr Boyke Dian Nugraha mengatakan, jika seorang perempuan mengangkat beban yang masih normal tidak akan mempengaruhi kesuburan perempuan itu sendiri.
Akan tetapi, dr Boyke turut membenarkan jika mengangkat beban berat bisa berisiko membuat rahim akan turun.
"Misalnya angkat beban biasa sih ngga papa ya. Tapi kalo udah angkat besi, contohnya para atlet angkat besi nantinya kandungan mereka akan lebih ke bawah," ujar dr Boyke dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube SONARA FM, Senin (27/11/2022).
Baca juga: Coba Cek Sekarang, dr Boyke Ungkap Ciri-ciri Pria dan Wanita Subur, Bisa Dilihat dari Kebiasaannya
Baca juga: Mitos Air Rebusan Daun Sirih Bikin Rahim Kering, Tapi dr Boyke Bilang Harus Pakai Takaran
Baca juga: Semua Orang Wajib Tahu Persiaoan Ini, Begini Cara dapat Keturunan dengan Bibit Unggul Kata dr Boyke
Sementara itu, ia menegaskan bahwa untuk susah hamil atau tidaknya seseorang tergantung pada kondisi kandungan itu sendiri.
"Tapi untuk susuah hamil atau tidaknya, itu tergantung daripada kondisi kandungannya itu sendiri," sambung dr Boyke.
Dari penjelasannya tersebut, dapat disimpulkan bahwa perempuan yang sering mengangkat beban berat sulit hamil adalah mitos.
"Jadi kami mengatakan itu adalah mitos," tegas dr Boyke.
Lebih lanjut sambungnya, dr Boyke mengatakan bahwa bisa hamil atau tidaknya seorang wanita ditentukan oleh faktor pendukung lainnya.
Seperti usia, kesuburan hingga masa ovulasi.
"Hamil atau tidaknya seseorang ditentukan oleh faktor-faktor seperti umur, kemudian ada tidaknya ovulasi, paten atau tidaknya tuba, kemudian baik atau tidaknya sperma yang membuahi si wanita tersebut," pungkas dr Boyke.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pakar-seksolog-dr-Boyke-Dian-Nugraha.jpg)