Berita Bireuen
Puluhan Murid SD di Bireuen Ikut Lomba Sandiwara, Begini Suasananya
Lomba mengasah kemampuan berteater atau sandiwara itu mengambil tempat pada salah satu aula pertemuan di dinas tersebut.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan murid SD perwakilan dari sejumlah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dari seluruh kecamatan, selama dua hari mulai Senin (27/11/2023), mengikuti lomba sandiwara atau teater yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen.
Lomba mengasah kemampuan berteater atau sandiwara itu mengambil tempat pada salah satu aula pertemuan di dinas tersebut.
Amatan Serambinews.com, aula lomba ditata sedemikian rupa dan dipasang kain hitam sekelilingnya, sehingga ruangan menjadi gelap.
Para peserta lomba mengatur berbagai adegan di bagian belakang panggung dan juga dilengkapi peralatan pendukung.
Panggung walaupun suasana gelap, namun saat kelompok sandiwara tampil, lampu terang benderang dan disesuaikan dengan kisah yang dibawa para peserta.
Usai satu kisah dilanjutkan kisah lainnya, persis seperti sandiwara Geulanggang Labu yang terkenal puluhan tahun lalu.
Walaupun peserta lomba murid SD, tetapi mereka setidaknya sudah mampu memainkan peran masing-masing.
Ada yang berperan sebagai murid, guru, atau orang tua, dan juga kepala sekolah.
Saat ganti adegan, terlihat sejumlah anak-anak pendukung acara bergerak dalam cahaya gelap memindahkan meja dan lainnya.
Beberapa detik kemudian, lampu hidup kembali dan suasana panggung sudah berbeda.
Ratusan guru, wali murid, dan lainnya bertepuk tangan ketika satu adegan sudah selesai dan mendapat sambutan hangat.
Dewan juri duduk di barisan depan melihat kemampuan para peserta lomba, sementara deretan belakang para undangan dan juga ada wali siswa.
Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Fauzan, SPd, MM mengatakan, lomba teater atau sandiwara diikuti sembilan kelompok.
Setiap kelompok berisikan tujuh orang peserta ditambah satu orang pendukung. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk melatih dan pembiasaan pola komunikasi siswa dalam keseharian.
Di samping itu, untuk mengingatkan kembali kisah sandiwara Geulanggang Labu yaitu grup teater yang pernah berjaya di masanya.
Grup tersebut ada cikal bakalnya di Bireuen.
Melihat kemampuan peserta lomba, panitia menghadirkan dewan juri, Radius Priatama dari Teater Mata dan Zulfikar dari Seuramoe Teater Aceh.
Juga didukung penuh Rangkang Sastra dan Kalapagi Bireuen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lomba-sandiwara-di-Bireuen.jpg)