Rabu, 17 Juni 2026

Perang Gaza

Netanyahu Sebut Gaza Pascaperang Berada di Bawah Kendali Militer Israel

Netanyahu mengatakan pemerintahannya tidak mengesampingkan kemungkinan perang melawan pasukan PA di Tepi Barat dan sedang membuat rencana darurat untu

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
AFP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Jalur Gaza akan berada di bawah kendali militer Israel setelah perang.

“Jalur ini akan berada di bawah kendali militer Israel. Setelah perang, pemerintahan sipil akan beroperasi di Gaza dan Jalur Gaza akan direhabilitasi di bawah kepemimpinan negara-negara Teluk. Kami tidak akan menyerah pada tekanan internasional,” kata Netanyahu.

Menurut laporan Perusahaan Penyiaran Publik Israel, Presiden Biden telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk melihat Otoritas Palestina menyatukan kembali Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki dan untuk menghindari pendudukan Israel atau pengurangan wilayah Palestina.

Netanyahu mengatakan pemerintahannya tidak mengesampingkan kemungkinan perang melawan pasukan PA di Tepi Barat dan sedang membuat rencana darurat untuk menanggapi peristiwa semacam itu.

Malam berdarah di Rafah

Dari Rafah di Jalur Gaza darah kembali tak henti-hentinya tumpah.

Warga Palestina yang terpaksa mengungsi ke kota di selatan ini menjadi sasaran militer Israel ketika serangan udara Israel – yang banyak dan masif – menghancurkan tiga rumah di lingkungan yang sangat padat penduduknya.

Bukan hanya penduduk setempat yang tinggal di sana tetapi mereka yang mengungsi dan dievakuasi sejak awal perang.

Baca juga: Habis-habisan Bela Israel dan Ukraina, AS Kini Pusing Kehabisan Mesiu dan Uang

Dua puluh orang dilaporkan tewas, termasuk tujuh anak-anak dan setidaknya lima wanita.

Ada kekhawatiran bahwa ada orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan ketika serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah di sekitarnya, dan beberapa di antaranya runtuh setelah beberapa jam.

Dengan sedikit peralatan dan mesin, upaya penyelamatan sulit dilakukan. Orang-orang menggunakan tangan mereka untuk menyingkirkan puing-puing dan menyelamatkan mereka yang terjebak.

Pencarian terus berlanjut, tapi sekali lagi, ini sangat, sangat mendasar dan sederhana. Tidak ada peralatan untuk membantu orang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved