Geger Penemuan Jenazah Pria Tergantung di Paya Bujok Tunong Langsa Baro, Diduga Korban Bunuh Diri

Menurut Kapolsek, saat itu sekitar pukul 17.00 WIB istri korban baru saja pulang usai berziarah ke makam orang tuanya...

|
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Humas Polres Langsa
Petugas Inafis Sat Reskrim Polres Langsa saat melakukan olah TKP di rumah korban diduga meninggal gantung diri. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Dusun Utama, Kecamatan Langsa Baro, Selasa (19/12/2023) sore ini geger dengan penemuan jenazah pria yang diduga bunuh diri.

Korban Riski Mardani (22) berstatus sudah berkeluarga, ditemukan pertama kali oleh istrinya, Melani Anggraini (22), dengan posisi tergantung menggunakan kain sarung dan jilbab di bagian dapur rumahnya.

Difteri

Demikian disampaikan Kapolres Langsa AKBP Muhammadun, SH, melalui Kapolsek Langsa Barat, Iptu Hufiza Fahmi, SH, MH, kepada Serambinews.com, malam ini.

Menurut Kapolsek, saat itu sekitar pukul 17.00 WIB istri korban baru saja pulang usai berziarah ke makam orang tuanya, sangat terkejut melihat sang suami telah tergantung

"Kesaksian istrinya, pukul 16.00 WIB istri korban pergi berjiarah ke kuburan orang tuanya dan saat pulang kedm rumah kontrakannya pukul 17.00 WIB melihat korban  telah tergantung," ujarnya.

Iptu Hifiza menambahkan, melihat suaminya dalam posisi tergantung dengan menggunakan kain sarung dan jilbab, lalu istrinya langsung keluar rumah memanggil saudaranya, saksi Darminto.

Kemudian para saksi langsung menurunkan korban yang tergantung lalu memindahkan jasadnya ke ruangan tamu.

Selanjutnya mereka memberi kabar kepada warga sekitar lainnya yang kemudian melaporkan ke  aparat Polsek Langsa Barat.

Saat itu juga personel Polsek Langsa Barat dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Langsa langsung ke lokasi.

"Korban sore tadi langsung dibawa ke RSUD Langsa untuk dilakukan visum at vertum," sebut Kapolsek.

Namun, sambung Iptu Hufiza, korban tidak bersedia jasad korban untuk dilakukan autopsi.

"Keluarga korban tidak mau di autopsi dan membuat surat pernyataan di Polsek Langsa Barat," terangnya.

Dikatakan Kapolsek, dari keterangan dokter forensik RSUD Langsa dr. Netty Herawati, kain sarung dan jilbab yang digunakan untuk gantung diri sesuai dengan bekas jeratan di leher korban.

"Selain itu tidak ditemukannya luka-luka pada tubuh korban dan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tutup Kapolsek Langsa Barat.(*)
 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved