Video

VIDEO - Ditolak Warga, 180 Rohingya Terkatung- katung di Pidie

Menurutnya, secara kemanusiaan keberadaan Rohingya di Pidie tidak boleh dihalau. Apalagi pengungsi Rohingya itu ada perempuan dan balita hingga anak.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Etnis Rohingya berjumlah 180 orang terkatung-katung di Kabupaten Pidie, Sabtu (23/12/2023).

Imigran Rohingya terkatung-katung di Pidie, karena warga menolak setelah masa tampung sementara di pantai Kalee, Kecamatan Muara Tiga berakhir. Sehingga manusia perahu itu sempat dipindahkan menggunakan truk ke Kantor DPRK Pidie.

Sekitar lima jam di Kantor DPRK Pidie, etnis Rohingya dipindahkan kembali di perbatasan di Gampong Tuha Bieheue, Kecamatan Muara Tiga dengan Lengah, Kecamatan Aceh Besar.

Sabtu (23/12/2023), sekitar pukul 05.00 WIB, dini hari, 180 Rohinya diantar dengan truk ke Gedung PCC Sigli. Sesampai di gedung itu, Rohingya ditolak warga, sehingga 180 Rohingya berjalan kaki menuju ke arah Beureunuen.

Sesampai di Kantor Bupati Pidie, Rohingya dihalau petugas, yang kemudian digiring masuk ke Kantor Disducapil Pidie.

Saat di kantor pemerintah tersebut, etnis Rohingya didominasi wanita, balita dan anak-anak langsung tumbang akibat kelelahan.

Imum Mukin Asan, Kecamatan Pidie, Muhammad Gadeng, mengatakan, Pemkab harus menangani sementara yang mengungsi ke Pidie.

Menurutnya, secara kemanusiaan keberadaan Rohingya di Pidie tidak boleh dihalau. 

Apalagi pengungsi Rohingya itu ada perempuan dan balita hingga anak-anak.

Tapi, sekarang ini mereka terus ditolak. Menurutnya, jika warga luar yang datang tanpa dokumen ditangkap dan diamankan. Bukan dihalau kesana-kesini. (*)

Narator: Suhiya Zahrati

Video Editor: M Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved