Konflik Palestina vs Israel
Pasukan IDF Culik dan Sandera Wanita Hamil Palestina, Ancam agar Suaminya Serahkan Diri
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) menjelaskan, wanita bernama Abu Hmeid ini diculik IDF dan disandera dari rumahnya.
SERAMBINEWS.COM - Pasukan pendudukan Israel (IDF) menahan seorang wanita Palestina yang sedang hamil di kota Yatta, Tepi Barat.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) menjelaskan, wanita bernama Abu Hmeid ini diculik IDF dan disandera dari rumahnya.
Abu Hmeid ditangkap sebagai ancaman suaminya agar menyerahkan diri kepada mereka.
PPS mengatakan meskipun suami Abu Hmeid yang bernama Basail, Bakr Nabil Abu Rajab telah menyerahkan diri, IDF masih tetap menahan perempuan yang sedang hamil 4 bulan itu.
Media WAFA melaporkan, Bakr Nabil Abu Rajab merupakan seorang sopir ambulans Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Sebelum menangkap Bakr Nabil Abu Rajab, IDF telah menangkap saudaranya yaitu Mousa Abu Rajab.
Mousa juga merupakan sopir ambulans Bulan Sabit Merah Palestina.
Menurut informasi, Abu Hmeid telah dipindahkan ke penjara Hasharon pada hari Jumat (2/2/2024).
Penjara Hasharon dikenal sebagai tempat yang kejam bagi tahanan perempuan Palestina.
Sementara itu, IDF telah menahan warga perempuan di Tepi Barat sejak awal perang Isral 7 Oktober 2023.
Sejak 7 Oktober, jumlah penangkapan di Tepi Barat berjumlah sekitar 6.500 orang, dikutip dari The New Arab.
Dari jumlah tersebut, 215 di antaranya merupakan perempuan.
Saat ini, jumlah tahanan perempuan yang masih disandera di penjara-penjara Israel setidaknya berjumlah 71 orang.
Dengan adanya penahanan warga Palestina di Tepi Barat ini menambah rangkaian kejahatan dan pelanggaran yang meningkat belum pernah terjadi sebelumnya sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada 7 Oktober.
Baca juga: Israel Berupaya Banjiri Terowongan di Gaza Pakai Air Laut, Benarkah Akan Pengaruhi Pasokan Air Gaza?
Ketegangan di Tepi Barat
Ketegangan di Tepi Barat meningkat sejak 7 Oktober 2023.
Tepi Barat terus diserang dan terjadi bentrok antar warga dan pemukim Israel.
Akibat serangan tersebut, lebih dari 370 warga Palestina telah terbunuh.
Sementara hampir 4.400 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel.
Selain itu, para pemukim Israel juga nekat mendirikan pemukiman Ilegal di Tepi Barat.
Sekitar 700.000 pemukim Israel tinggal di 164 pemukiman ilegal dan 116 pos terdepan di Tepi Barat.
Aksi yang dilakukan Israel tersebut merupakan hal yang ilegal menurut hukum Internasional.
Baca juga: Viral Curhat Istri TNI Selalu Dikunci Suami di Rumah Saat Pergi Kerja: Aku Ditahan Gak Boleh Keluar
Baca juga: Bus Perintis Kemenhub Disambut Antusias Warga Beutong Ateuh
Baca juga: Jadi Pendakwah Kondang, Punya Rumah Mewah Rp 80 M, Terungkap Tarif Ceramah Ustaz Solmed
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IDF Culik Wanita Hamil Palestina, Ancam agar Suaminya Serahkan Diri
| Israel Serang Kendaraan Polisi di Gaza, 5 Orang Tewas Termasuk Balita |
|
|---|
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
| Trump Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat Palestina |
|
|---|
| Serangan Terbaru Israel Tewaskan 30 Warga Gaza, Korban Harian Tertinggi Sejak Gencatan Oktober 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Israel-6.jpg)