Rabu, 15 April 2026

Video

VIDEO Netanyahu Tak Peduli dengan Gencatan Senjata, Ingin Perpanjang Perang Habisi Hamas

Al-Ansari mengkritik Netanyahu yang menggambarkan upaya Qatar seolah-olah mendanai gerakan Hamas.

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majid Al-Ansari, mengatakan pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini tidak lain hanyalah upaya barunya untuk menunda-nunda dan memperpanjang perang.

Sebelumnya, Netanyahu meminta Qatar selaku mediator Hamas dan Israel untuk menekan Hamas agar membebaskan para sandera.

Qatar berkomitmen sejak hari pertama untuk melakukan upaya mediasi, mengakhiri krisis, membebaskan sandera, dan menegaskan Netanyahu mengetahui hal ini seperti yang dikutip dari Yeni Safak, Senin (19/2/2024).

Ia menekankan Qatar akan tetap melanjutkan upaya mediasi.

Baca juga: Israel Sebar Ancaman Serang Rafah pada Bulan Ramadhan Jika Hamas tak Bebaskan Sandera

Al-Ansari mengkritik Netanyahu yang menggambarkan upaya Qatar seolah-olah mendanai gerakan Hamas.

Pejabat tersebut menyerukan Netanyahu untuk fokus pada negosiasi dengan cara yang menjaga keamanan kawasan dan mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan Israel.

Qatar memainkan peran penting bersama Mesir dan Amerika Serikat dalam mencapai kesepakatan antara Hamas dan Israel yang mencakup gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tahanan.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Ingin Perpanjang Agresi, Qatar: Netanyahu Berniat Tunda Kesepakatan Sandera, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved