Rabu, 10 Juni 2026

Liga 2

Penalti Ditepis, Persiraja Gagal Menang di Kandang

Langkah Persiraja untuk meraih tiket promosi ke Liga 1 semakin sulit. Karena mereka wajib menang saat bertandang ke markas PSBS Biak, Kamis (29/2).

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Ferdinand Sinaga tertunduk usai gagal penalti 

Laporan Muhammad Nasir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Laga Persiraja menjamu PSBS Biak harus berakhir 1-1, Minggu (25/2/2024), sore di Stadion Langsa.

Kegagalan Ferdinand Sinaga mengeksekusi penalti di menit akhir, membuat Lantak Laju mengamankan kemenangan di kandang.

Sehingga langkah Persiraja untuk meraih tiket promosi ke Liga 1 semakin sulit. Karena mereka wajib menang saat bertandang ke markas Biak, pada Kamis (29/2/2024).

Penalti Persiraja berawal dari sayap lincah Persiraja, Al Muzanni yang mencoba masuk ke dalam kotak penalti dilanggar oleh Melvin pada menit 90+6.

Ferdinand Sinaga yang maju sebagai eksekutor melesat tendangan ke arah kanan, yang mampu dibaca oleh kiper PSBS Biak. Kegagalan penalti itu pun mengubur mimpi lantak laju untuk menang.

Biak membuka keunggulan lebih awal lewat penyerang tajam mereka, Alexsandro. Namun tak lama kemudian, Al Muzanni yang baru saja masuk sebagai pengganti mampu menyamakan kedudukan.

Dalam laga itu, Persiraja mengandalkan Ramadhan Madon di depan, dibantu oleh Andik Vermansah dan David Laly di sayap. Sementara Biak tetap mengandalkan Alexsandro, Beto dan Mamadou Barry 

Laga semifinal Pegadaian Liga 2 yang mempertemukan antara klub paling barat dan timur Indonesia. Laga ini menyajikan perang mantan bintang timnas Indonesia. Keduanya berebut 1 tiket promosi.

Kedua tim berisi para eks punggawa-punggawa timnas para masanya. Di skuad Persiraja, mereka memiliki Nur Hidayat Haji Haris, Andik Vermansah, dan Ferdinand Sinaga. Dua nama terakhir, merupakan pemain senior yang mampu membawa pembeda di kubu lantak laju.

Publik sepakbola Aceh mengakui, meski jarang bermain dengan waktu penuh, Andik dan Ferdinand mampu memberi dampak besar untuk Lantak Laju.

Musim ini, Persiraja didominasi oleh pemain muda lokal, yang menggandalkan semangat dan daya juang. Hadirnya pemain pengalaman dan sarat prestasi ini membuat pemain muda percaya diri menghadapi lawannya.

Sementara di skuad badai pasifik, julukan PSBS, mereka memiliki Beto Golcalves, Ruben Sanadi, Nelson Alom, dan Vendry Mofu. Tiga nama terakhir adalah putra asli Papua yang pernah berseragam garuda. Mereka tentu akan memimpin para pemain Biak tampil mengganas, demi menyelamatkan sepakbola Papua.

Tak hanya eks punggawa timnas, Biak juga memiliki 5 pemain naturalisasi dan 2 pemain asing dalam skuadnya. Selain Beto, pemain naturalisasi Biak ada Mamadou Barry, Osas Saha, Fabiano Beltrame, dan Otavio Dutra. Sedangkan pemain asingnya yaitu Do Yeon Hwang asal Korea Selatan dan Alexsandro Ferreira dos Santos, asal Brazil.

Bagi skuad Lantak Laju, perhatian penuh harus diberikan kepada Alexsandro Ferreira yang menjadi ujung tombak PSBS Biak. Pasalnya pemain jebolan klub Brzail, Bahia ini merupakan top skor sementara Liga 2, dengan kemasan 14 gol.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved