Selasa, 28 April 2026

Info Cuaca

Waspada Cuaca Panas di Aceh Capai 34 Celcius, Disarankan Pakai Sunblock Saat Keluar Rumah

Cuaca panas ini diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan potensi menguat.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Taufik Hidayat
SHUTTERSTOCK/VladisChern
Ilustrasi cuaca panas 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan dan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Blang Bintang mencatat, dalam beberapa hari kedepan potensi cuaca panas masih bisa terjadi di Aceh.

Khususnya untuk wilayah Aceh Utara hingga Banda Aceh dan Aceh Besar, dimana dalam beberapa hari terakhir suhu udara mencapai 34 derajat celcius.

Forecaster on Duty BMKG Aceh, Stya Juangga Dirta mengatakan, akibat cuaca panas yang terjadi, suhu maksimum yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa hari terakhir mencapai 33-34,4 derajat celcius.

“Suhu udara ini diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari kedepan dengan potensi menguat (cenderung meningkat),” kata Angga saat dihubungi Serambi, Sabtu (2/3/2024).

Hal itu diakibatkan karena kita masih dalam masa musim peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. 

Meski begitu untuk cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga hampir merata di seluruh wilayah di Aceh. Terlebih sinar matahari ultraviolet (UV) mulai terasa sejak pukul 11.00 wib sudah sangat tinggi. 

"Dan ini masuk dalam kategori resiko yang sangat berbahaya. Sehingga harus diwaspadai agar masyarakat, yang terlalu banyak beraktifitas diluar ruangan. Boleh keluar kalau pakai sunblock," ungkapnya.

Pasalnya suhu dalam beberapa hari ini cukup panas, hal biasa yang terjadi di masa peralihan. Untuk puncak musim kemarau sendiri diprediksi terjadi, Juni hingga Agustus.

Terlebih hampir seluruh daerah di Aceh kini memasuki puncak musim kemarau. Seperti Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh timur, Aceh Tamiang, Aceh Besar dan beberapa daerah lainnya. 

Sementara untuk wilayah pesisir barat sendiri masih terdapat potensi hujan. "untuk diketahui, Aceh dengan luas wilayah yang cukup besar terdapat beberapa zona musim, sehingga musim kemarau tidak terjadi secara serentak,” jelasnya.

Karena hal itu ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama masyarakat yang hendak membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu dikarenakan dapat memicu kebakaran lebih cepat.

Selain itu ia menambahkan, berdasarkan pantauan citra satelit belum terdeteksi adanya titik panas. Meski begitu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada khususnya untuk wilayah aceh besar, dan pesisir utara (pidie, pijay, lhokseumawe, aceh utara).

"Sebagian kecil wilayah aceh tengah. untuk daerah tsb kategori waspada potensi titik panas. Makanya minta agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved