Berita Viral

Kronologis Ratna Sarumpaet Ditegur Pecalang, Keliling Bali saat Nyepi Pakai Mobil: Ngakunya Cari ATM

Ketika ditanya pecalang yang berjaga, Ratna mengaku tidak mengetahui bahwa saat itu sedang berlangsung hari raya Nyepi.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
KOLASE SERAMBINEWS.COM/Twitter/IST
Keliling Bali saat Nyepi, Ratna Sarumpaet Minta Maaf usai Ditegur Pecalang, Mengira Nyepi Sudah Lewat 

Kronologis Ratna Sarumpaet Ditegur Pecalang, Keliling Bali saat Nyepi Pakai Mobil: Ngakunya Cari ATM

SERAMBINEWS.COM, BALI – Media sosial kembali diramaikan dengan ulah yang dilakukan oleh seorang wanita yang diduga bernama Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet diduga bersama asistennya keluar mengendarai mobil melintasi jalan-jalan di Bali pada Senin (11/3/2024).

Padahal pada hari itu masyoritas masyarakat Bali sedang merayakan Nyepi, Tahun Baru Saka 1946.

Pada saat Nyepi, seluruh aktivitas di luar rumah tidak diperbolehkan.

SPBU, ATM, swalayan, listrik hingga bandara tidak beroperasi selama 24 jam.

Namun aksi Ratna Sarumpaet bersama asistennya keluar dengan mengendarai mobil pada saar Nyepi viral di media sosial.

Dalam unggahan di X (Twitter) @kegblgnunfaedh pada Senin (11/3/2024), memuat foto Ratna Sarumpaet dan sopirnya sedang ditegur oleh pecalang.

Pecalang merupakan petugas keamanan lokal ditingkat desa di Bali.

Informasi yang beredar, Ratna Sarumpaet katanya hendak mencari mesin ATM untuk melakukan penarikan uang.

Dalam foto itu, ia terlihat mengenakan balutan penutup kepala berwarna abu duduk di kursi depan samping sopir.

Pada foto lainnya, mobil berplat B itu dihampir lima orang pecalang.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tandeg, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Postingan tersebut telah disukai lebih dari 11 ribu dan di komentari lebih dari seribu pengguna X (Twitter).

Dilansir dari TribunBali, ketika ditanya pecalang yang berjaga, Ratna mengaku tidak mengetahui bahwa saat itu sedang berlangsung hari raya Nyepi.

Bahkan dari informasi stafnya, hari raya nyepi sudah berlangsung pada 9 Maret 2024 lalu. 

Bendesa Adat Tandeg, I Wayan Wartana saat dikonfirmasi Selasa, (12/3/2024) tidak menampik hal tersebut.

Dia beralasan bahwa saat Ratna Sarumpaet di mintai keterangan ia mengaku keluar mencari ATM.

Bahkan saat ditanya, wanita itu memperkenalkan diri dan mengaku bernama Ratna Sarumpaet.

"Terkait kejadian kemarin, beliau itu keluar bilang nyari ATM. Alasan beliau bahwa stafnya bilang bahwa Nyepi tanggal 9," katanya.

Wartana mengatakan, Ratna bersikap kooperatif begitu juga saat diadang oleh pecalang atau aparat keamanan desa.

Bahkan setelah mendapat penjelasan, mereka langsung kembali ke vila tempat mereka menginap yang tidak jauh dari lokasi. 

"Pecalang sudah memberitahu secara persuasif, tidak memberikan hukuman apa. Meminta beliau agar kembali ke tempat tinggalnya,"ucapnya.

Saat diimbau dan disuruh kembali, Ratna disebut tidak ada protes sama sekali.

Bahkan ia meminta maaf dan tetap beralasan bahwa dirinya tahu Hari Raya Nyepi itu sudah lewat yakni 9 Maret 2024.

Kendati demikian, Wartana sudah jauh-jauh hari mengeluarkan imbauan, baik kepada masyarakat maupun akomodasi wisata, terkait rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1946.

Salah satu poin dalam imbauan itu adalah seluruh masyarakat untuk berdiam diri tanpa melakukan aktivitas di luar rumah selama 24 jam.

"Imbauannya seperti biasa supaya melaksanakan Catur Brata penyepian, tidak boleh keluar, itu poin utama enggak boleh keluar. Jadi imbauannya sudah kita laksanakan," jelasnya.

Pihaknya berharap kejadian itu tidak terulang lagi. Sehingga situasi perayaan hari raya Nyepi tetap kondusif.

 

Deretan Kontroversi Ratna Sarumpaet

Selain kasus keluar dengan mengendarai mobil di jalanan Bali saat Nyepi, ini bukan kali pertama Ratna Sarumpaet membuat kehebohan dan kontroversi.

Kasus kontroversi yang paling besar dilakukan Ratna Sarumpaet adalah wajahnya lebam ada Pilpres 2019 lalu.

Isu yang beredar luka di wajah tersebut karena penganiayaan yang diterima Ratna saat berada di Bandung.

Kabarnya Ratna dikeroyok oleh tiga orang pria sebelum akhirnya meninggalkannya di pinggir jalan.

Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet melambaikan tangannya saat bersiap menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Ratna sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana enam tahun penjara. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet melambaikan tangannya saat bersiap menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Ratna sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana enam tahun penjara. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Namun belakangan terbongkar kabar tersebut ternyata hoax atau kabar bohong semata.

Hasil penyelidikan kepolisian, ternyata itu adalah hasil operasi kecantikan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Tak cuma itu, Ratna Sarumpaet banyak melakukan aksi yang mengundang kontroversi.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber.

1. Hoaks soal Pengeroyokan

Aktivis Ratna Sarumpaet baru-baru ini tersandung masalah karena berita bohong kabar dirinya dianiaya.

Kabar tersebut berhembus kencang di media sosial.

Ini setelah beredarnya foto wajah Ratna Sarumpaet yang lebam-lebam.

Isu yang beredar luka di wajah tersebut karena penganiayaan yang diterima Ratna saat berada di Bandung.

Kabarnya Ratna dikeroyok oleh tiga orang pria sebelum akhirnya meninggalkannya di pinggir jalan.

Namun belakangan terbongkar kabar tersebut ternyata hoax atau kabar bohong semata.

lihat fotoRatna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet

Sebelumnya beredar hasil penyelidikan polisi yang menyebutkan lebam yang didapatkan oleh Ratna Sarumpaet karena operasi plastik, bukan karena penganiayaan.

Penyelidikan melibatkan dua Polda yakni Jawa Barat dan Metro Jaya menyebutkan Ratna operasi plastik di sebuah klinik bedah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu hasil penyelidikan Polda Jabar pada tanggal 21 September 2018 tak ada konferensi dengan negara asing di Bandung.

Padahal sebelumnya dalam pemberitaan disebut, Ratna dianiaya usai menghadiri konferensi dengan beberapa peserta dari luar negeri.

Ratna pun mengakui dan meminta maaf dalam konferensi pers di kediamannya di Jl Kampung Melayu Kecil V, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

2. Debat Panas Dengan Luhut Pandjaitan di Pinggir Danau Toba

Ratna Sarumpaet pernah terlibat cekcok dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan di Tiga Ras, Senin (2/7/2018).

Ratna tiba-tiba datang ke pertemuan Luhut dengan keluarga korban.

Dia mengklaim sebagai perwakilan keluarga dari penumpang KM Sinar Bangun dan masyarakat Tapanuli saat hendak berbicara dengan Luhut Panjaitan di Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun Pelabuhan Tigaras.

Kondisi ini sampai membuat keluarga korban menangis melihat Ratna cekcok dengan Luhut.

Hingga satu diantara keluarga korban tidak tahan sampai memarahi Ranta Sarumpaet dalam pertemuan tersebut.

3. Parkir di Ruang Jalan, Ratna Sarumpaet Tak terima mobil Diderek Dishub DKI Jakarta

Ratna Sarumpaet tak terima ketika mobil yang diparkirnya diderek oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Saat itu mobil Ratna Sarumpaet parkir di ruang jalan di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (3/4).

Ratna yang tak terima mobilnya diderek lalu menyebutkan bakal menelopon Gubernur Anies Baswedan

Tak sampai disitu Ia juga melayangkan somasi terhadap Dishub DKI Jakarta.

4. Ratna Sarumpaet gugat KPK

Ratna Sarumpaet menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Reklamasi Pulau dan Rumah Sakit Sumber Waras.

Menurut Ratna dua kasus itu turut menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

5. Tolak penggusuran warga

Ratna Sarumpaet menolak rencana Pemprov DKI menggusur permukiman warga di sekitar Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dia mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang tak henti-hentinya melakukan penggusuran.

Ratna juga menuding penggusuran Ahok tersebut kental dengan kepentingan bisnis para cukong.

6. Ditolak di Palembang

Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung batal menggelar diskusi publik di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (1/9/2018).

Kedatangan keduanya mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat di Palembang.

Alhasil Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung harus mendapat pengawalan ketat.

Keduanya hanya diberi waktu tiga jam di Palembang sebelum akhirnya membatalkan diskusi.

Keduanya diminta kembali ke Jakarta.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved