Bireuen
Masyarakat Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan RS Regional Bireuen
Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan RS Regional sejak peresmian sampai tahun 2023 lalu secara bertahap sudah Rp 35 miliar dari sumber dana APBA
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejumlah masyarakat Bireuen mempertanyakan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional Bireuen yang berlokasi di Gampong Cot Buket, Peusangan Bireuen dimulai Pembangunan RS Regional Bireuen dimulai pada tahun 2021 lalu.
“Kapan dimulai lagi pembangunan gedung rumah sakit di Cot Buket, kalau ada waktu coba lihat ke lokasi pekerjaan seperti mangkrak,” kata Mujiburrahman salah seorang warga Peusangan, kepada Serambinews.com, Jumat (29/3/2024).
Nada yang sama juga disampaikan sejumlah warga Cot Bada, Peusangan Bireuen. “Sepertinya, pembangunan RS Regional Bireuen senasib dengan gedung DPRK Bireuen yang mangkrak,” ujar Rusli warga lainnya.
Amatan Serambinews.com di lokasi Minggu (31/3/2024), areal yang luas tersebut sebagian sudah dibangun tiang utama, sebagian sudah ada lantai dua, namun lebih banyak masih berupa tiang. Tidak ada aktivitas di lokasi, sekeliling tiang bangunan ditumbuhi semak belukar.
Data diperoleh Serambinews.com, pembangunan RS Regional Bireuen dimulai pada tahun 2021 lalu, dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp 26 miliar, di atas lahan seluas 17 hektar.
RS Regional Bireuen merupakan rumah sakit tipe B, akan tersedia 500 tempat tidur, dilengkapi ruangan ICU, NICU, PICU, 8 kamar operasi, poliklinik, dan IGD.
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS mengatakan, berdasarkan informasi dari salah seorang unsur pengawas pembangunan RS Regional di Dinkes Aceh kepadanya, anggaran sudah dikucurkan untuk pembangunan RS Regional sejak peresmian sampai tahun 2023 lalu secara bertahap sudah Rp 35 miliar sumber dana APBA.
“Tahun ini informasinya tidak dialokasikan anggaran karena di Aceh dilaksanakan PON, sehingga anggaran untuk kelanjutan pembangunan RS belum ada tahun ini,” ujarnya.
Direktur RSUD Bireuen mengatakan, dalam pembangunan RS Regional, Pemkab Bireuen bertanggung jawab lainnya selain lahan untuk RS juga untuk pembebasan ruas jalan ke lokasi rumah sakit.
Pembebasan ruas jalan tersebut sepengetahuannya belum dilakukan Pemkab Bireuen. Ditambahkan, semua pihak berharap pembangunan RS dapat dipacu dan juga pembangunan ruas jalan masuk dipercepat sehingga mempermudah rekanan nantinya melanjutkan pembangunan rumah sakit.(*)
| Pascasarjana Umuslim Gelar Kuliah Tamu Internasional, Hadirkan Pemateri dari UPSI Malaysia |
|
|---|
| Mahasiswa PAI FAI UNIKI Jadi Tutor Daurah Ramadhan di Gandapura |
|
|---|
| Warga Muhammadiyah Kota Juang Rayakan Idul Fitri 1447 Hijriah |
|
|---|
| Bocah 8 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bireuen, Bos Yudi Bakal Kawal Proses Hukum |
|
|---|
| Masyarakat Gampong Bayu Khatam Al-Quran dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nan-RS.jpg)