Konflik Palestina vs Israel
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa yang Akan Menang?
Adu kekuatan militer Iran vs Israel jika tanpa dukungan Rusia maupun Amerika Serikat (AS), mana yang akan menang?
SERAMBINEWS.COM - Memasuki April 2024, eskalasi peperangan di Timur Tengah kian memanas antara Israel dan Iran.
Kekuatan militer Iran yang terdiri dari ratusan pesawat nirawak (drone) hingga roket menyerang wilayah Israel pada Sabtu (13/4/2024) waktu setempat.
Serangan Iran ke Israel tersebut merupakan pembalasan atas serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus pada awal bulan ini.
Imbas serangan Iran ke Israel, sirene peringatan serangan udara berbunyi di Yerusalem.
Bahkan sirene tersebut terdengar di Israel utara dan selatan, terutama di wilayah Negev, di wilayah Shomron dan di wilayah Laut Mati.
Berikut perbandingan kekuatan militer iran dan Israel.
Apakah Iran yang akan memenangkan peperangan ini? Atau justru sebaliknya?
Perbandingan kekuatan militer Iran vs Israel
Berdasarkan laporan Global Firepower, kekuatan militer Iran lebih unggul dibandingkan dengan Israel.
Dari 145 negara, angkatan bersenjata Iran menempati peringkat ke-14 sebagai militer terkuat di dunia.
Sementara Israel berada di peringkat ke-17, tiga peringkat setelah Iran.
Dikutip TribunNewsmaker.com dari Tehran Times, kekuatan militer Iran didominasi oleh sumber daya manusia, kekuatan darat, kekuatan angkatan laut, sumber daya alam, sumber daya keuangan, dan logistik.
Sementara kekuatan militer Israel unggul dalam hal kekuatan udara dan geografi.
Dikutip dari The New York Times, angkatan bersenjata Iran adalah salah satu yang terbesar di Timur Tengah. Berikut gambaran kekuatan militer Iran:
1. Personel militer Iran
Angkatan militer Iran memiliki setidaknya ada 580.000 personel aktif dan 200.000 personel cadangan terlatih di angkatan bersenjata tradisional dan Korps Garda Revolusi Islam.
Pemimpin pasukan yaitu panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran adalah Ayatollah Ali Khamenei. Ia menjadi kunci terakhir untuk semua keputusan besar.
Baik angkatan bersenjata maupun Garda masing-masing memiliki pasukan darat, udara, dan laut yang terpisah dan aktif.
Garda juga mengoperasikan Pasukan Quds, sebuah unit elit yang bertugas mempersenjatai, melatih, dan mendukung jaringan milisi proksi di seluruh Timur Tengah yang dikenal sebagai "poros perlawanan".
2. Persenjataan Iran
Meski mendapat sanksi internasional dan diputus akses persenjataan berteknologi tinggi dan peralatan militernya, Iran mengalami peningkatan kekuatan militer yang luar biasa.
Peningkatan kekuatan militer Iran tak luput dari peran para ahli dan insinyur militer setempat yang telah membuat terobosan luar biasa dalam pembuatan berbagai peralatan dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir sehingga berkontribusi terhadap swasembada angkatan bersenjata.
Iran telah mengembangkan industri militer yang berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir.
Iran memiliki salah satu gudang rudal balistik dan pesawat tak berawak terbesar di Timur Tengah.
Rudal balistik Iran berupa rudal jelajah dan rudal anti-kapal, serta rudal balistik dengan jarak tempuh hingga 2.000 kilometer, atau lebih dari 1.200 mil.
Rudal-rudal ini memiliki kapasitas dan jangkauan untuk mencapai target apa pun di Timur Tengah, termasuk Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran telah mengumpulkan sejumlah besar inventaris drone dengan jangkauan sekitar 1.200 hingga 1.550 mil dan mampu terbang rendah untuk menghindari radar.
Drone Iran juga digunakan oleh Rusia di Ukraina dan muncul dalam konflik di Sudan.
Pangkalan dan fasilitas penyimpanan negara ini tersebar luas, terkubur jauh di bawah tanah dan dibentengi dengan pertahanan udara sehingga sulit untuk dihancurkan dengan serangan udara, kata para ahli.
3. Produksi senjata Iran
Sejak 1980, hanya sedikit negara yang bersedia menjual senjata ke Iran.
Namun, ketika Ayatollah Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran pada 1989, ia menugaskan Garda untuk mengembangkan industri senjata dalam negeri dan menggelontorkan sumber daya ke dalam upaya tersebut.
Dia ingin memastikan bahwa Iran tidak akan pernah lagi bergantung pada kekuatan asing untuk kebutuhan pertahanannya.
Saat ini, Iran memproduksi sejumlah besar rudal dan drone di dalam negeri dan telah memprioritaskan produksi pertahanan tersebut.
Iran dilaporkan telah menjadi pemasok senjata untuk negara-negara di Asia, Eropa, dan Afrika.
Negara ini juga mengimpor kapal selam kecil dari Korea Utara sembari memperluas dan memodernisasi armada yang diproduksi di dalam negeri.
Kekuatan militer Israel
Menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) Inggris, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berjumlah 169.500 orang.
Sebanyak 126.000 di antaranya adalah tentara.
Selain itu, IDF memiliki 400.000 tentara cadangan, di mana 360.000 di antaranya telah dimobilisasi sejak serangan Hamas.
Israel memiliki beberapa pertahanan berteknologi paling canggih di dunia, termasuk sistem anti-rudal "Iron Dome".
Dikutip dari AFP, IISS mengatakan, Israel memiliki sekitar 1.300 tank dan kendaraan lapis baja lainnya, 345 jet tempur dan persenjataan artileri, drone, serta kapal selam canggih.
Meskipun bukan negara yang mendeklarasikan diri sebagai negara nuklir, Israel memiliki simpanan senjata nuklir.
Asosiasi Pengendalian Senjata menempatkan jumlah hulu ledak yang dimiliki Israel di angka 90.
Sistem pertahanan udara Israel
Sistem pertahanan Israel dilengkapi dengan sistem berteknologi canggih, seperti roket, rudal, dan drone.
Berikut sistem pertahanan militer Israel:
1. The Arrow
The Arrow adalah sistem rudal anti-balistik yang dirancang Israel untuk mencegat rudal jarak jauh, termasuk jenis rudal balistik yang diluncurkan Iran diluncurkan pada Sabtu (13/42024).
Arrow beroperasi di luar atmosfer dan telah digunakan dalam perang saat ini untuk mencegat rudal jarak jauh yang diluncurkan oleh militan Houthi di Yaman
2. David’s Sling
David’s Sling adalah sistem pertahanan untuk mencegat rudal jarak menengah.
Senjata ini juga dimiliki Hizbullah di Lebanon.
3. Patriot
Patriot adalah sistem pertahanan rudal tertua milik Israel.
Sistem ini digunakan selama Perang Teluk Pertama pada 1991 untuk mencegat rudal Scud yang ditembakkan oleh pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein.
Saat ini, patriot digunakan untuk menembak jatuh pesawat, termasuk drone.
4. Iron Dome
Iron Dome dikembangkan oleh Israel yang berspesialisasi dalam menembak jatuh roket jarak pendek.
Senjata ini telah mencegat ribuan roket sejak diaktifkan awal dekade lalu, termasuk ribuan intersepsi selama perang melawan Hamas dan Hizbullah saat ini.
5. Iron Beam
Israel tengah mengembangkan sistem baru untuk mencegat ancaman yang masuk dengan teknologi laser yang disebut Iron Beam.
Iron Beam disebut akan membawa perubahan besar karena pengoperasiannya jauh lebih murah dibandingkan sistem yang sudah ada.
Namun saat ini senjata ini belum dapat dioperasikan.
Kedua negara baik itu Iran maupun Israel masih sama-sama memiliki kesempatan untuk menang, kalah, bahkan berkesempatan untuk meredam pertempuran dengan gencatan senjata demi mewujudkan perdamaian dunia.
(TribunNewsmaker.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Adu Kekuatan Militer Iran vs Israel Jika Tanpa Dukungan Rusia & AS: Negara Ini yang akan Menang!
Baca juga: Dihujani 200 Drone Iran, Kini Israel Kocar-kacir Larang Warga Berkumpul dan Tutup Sekolahan
Baca juga: Bahas Keputusan Menyerang Iran, Kabinet Perang Israel Hari Ini Bertemu, Ini Respons Iran
| Israel Serang Kendaraan Polisi di Gaza, 5 Orang Tewas Termasuk Balita |
|
|---|
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
| Trump Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat Palestina |
|
|---|
| Serangan Terbaru Israel Tewaskan 30 Warga Gaza, Korban Harian Tertinggi Sejak Gencatan Oktober 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Salah-satu-rudal-jarak-jauh-Iran-yang-bisa-dipasang-hulu-ledak-nuklir.jpg)