Senin, 27 April 2026

Earth Day

Peringati Hari Bumi Sedunia, AWF Bersama Pemkab Bireuen Bahas Penanganan Sampah Plastik

Banyak sampah plastik yang kini sudah didaur ulang, baik itu yang dilakukan oleh lembaga swasta maupun pemerintah, namun belum berjalan maksimal.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok AWF
Pegiat AWF bersama stakeholder, melakukan diskusi terfokus dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, berlangsung di Base Camp Backkaru yang berlokasi di objek Wisata Santewan Cureh Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen, Senin (22/4/2024). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Aceh Wetland Foundation (AWF) bersama Pemkab Bireuen dan lembaga lainnya, Senin (22/4/2024) menggelar diskusi terfokus membahas penanganan sampah plastik, dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia berlangsung di halaman terbuka Base Camp Backkaru, Komunitas Pemuda Para Pelukis, Pemerhati Sampah dan Lingkungan di pinggiran  objek Wisata Santewan Cureh Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang  Bireuen.

Bahasan bersama stakeholder bertujuan untuk meningkatkan apresiasi kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. FGD antara Pemkab Bireuen, legislatif dan dinas berharap lahirnya regulasi pengelolaan sampah.

Yusmadi Yusuf, selaku AWF Director  membuka sesi diskusi dengan narasumber dan para undangan menghadirkan narasumber Gemal Bakri ST selaku Koordinator Aceh Waste Platform (AWP), Muhammad Achdan Tharis SHut, perwakilan Green Leadership Indonesia Regional 1 Aceh, Irwan SP MSi dari Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLHK) LHK Bireuen dan anggota DPRK Bireuen Munazir Nurdin SSos MAP.

Dalam pertemuan tersebut, Irwan SP MSi dari DLHK Bireuen antara lain menyatakan, kondisi pengelolaan sampah di Bireuen yang belum sampai menggunung, namun antara sampah plastik dan sampah kering maupun basah masih belum tertangani dengan lebih baik walau sudah pernah ada tong atau tempat pemilahan pembuangan sampah yang disediakan.

“Banyak sampah plastik yang sudah dapat didaur ulang, baik itu yang dilakukan oleh lembaga swasta maupun pemerintah, namun hal itu belum berjalan baik karena belum sustainable," ujarnya.

Munazir dari DPRK Bireuen menyebutkan, sejumlah negara di Asia Tenggara sudah memiliki rancangan peraturan tentang pengelolaan sampah. Sepuluh negara sudah berkomitmen dalam pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan, dengan melahirkan aturan tersebut,

Sementara, Gemal Bakri ST dari Aceh Waste Platform mengatakan, pengelolaan sampah di gampong-gampong yang lebih bagus dan mandiri dan lebih efektif dengan adanya bank sampah dan perlu sosialisasi penyadaran masyarakat.

Perwakilan Green Leadership Indonesia Regional I Aceh, Muhammad Achdan Tharis SHut Int menyebutkan, sampah plastik mengharuskan banyak penelitian mengenai implikasi kesehatan termasuk dampaknya terhadap kesehatan dan adanya kebijakan dan regulasi mengakhiri momok fast fashion dan jumlah plastik yang diproduksi dan digunakan.

Keuchik Geulanggang Gampong T Saifunna berharap untuk tercapainya tata cara pengelolaan sampah yang baik setelah adanya tempat penampungan di setiap rumah warga dan perlu aturan atau regulasi pemerintah, tentunya  adanya Reward dan Punishment terhadap sebuah aturan yang sudah ada.

Di Akhir pertemuan, Asisten II Dailami SHut  penanganan sampah plastik  perlu skema dan melahirkan sebuah regulasi perlu tahapan-tahapan dan itu aturan sangat baik untuk sekarang dan nanti. Hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dan melakukan pertemuan lanjutan.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved