Gempa

Update Gempa Bojonegoro hingga Tuban Jawa Timur, Juni Tahun Lalu Gempa di Tempat Sama, Ini Sebabnya

Update gempa Bojonegoro yang teras hingga Tuban Jawa Timur, Juni tahun lalu ternyata gempa di tempat sama, ini penyebabnya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
KOMPAS.COM
Ilustrasi - Update gempa Bojonegoro yang teras hingga Tuban Jawa Timur, Juni tahun lalu ternyata gempa di tempat sama, ini penyebabnya. 

SERAMBINEWS.COM - Update gempa Bojonegoro yang teras hingga Tuban Jawa Timur, Juni tahun lalu ternyata gempa di tempat sama, ini penyebabnya.

Diketahui gempa magnitudo 3,3 mengguncang Kabupaten Bojonegoro dan dirasakan hingga Tuban, Jawa Timur pada Senin (22/4/2024) pukul 16.05 WIB sore.

Hingga tulisan ini ditayangkan, belum terdapat laporan kerusakan dan korban jiwa di wilayah tersebut.

Meski demikian, ternyata pertengahan tahun lalu tepatnya pada 12 Juni 2023, terjadi gempa di tempat yang sama.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono mengungkapkan penyebab gempa di Bojonegoro karena gempa tektonik tersebut bersumber di zona Sesar RMKS.

“Sesar RMKS yakni sesar yang membentang di Rembang, Madura, Kangean dan Sakala,” cuitnya di akun Twitter sebagaimana dikutip dari Warta Kota.

 

 

Sementara gempa pada Senin sore kemarin, berada di darat 7 km barat laut Bojonegoro dengan kedalaman 9 km.

Menurut keterangan BMKG, gempa tersebut dirasakan hingga MMI II-III Tuban dan MMI III Bojonegoro.

Baca juga: Kisah Azka, Bocah Selamat Terkubur Reruntuhan 3 Hari saat Gempa Cianjur, Berbekal Feeling Ayah

Baca juga: Turun Tajam, Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini per Mayam, Selasa 23 April 2024

Memahami arti Skala MMI

MMI merupakan singkatan dari Modified Mercalli Intensity.

Dikutip dari laman resmi BMKG, skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan.

Terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Baca juga: Gempa Guncang Bojonegoro Jawa Timur Dirasakan hingga Tuban, Berikut Keterangan BMKG

Berikut arti dari Skala MMI mulai dari MMI I sampai MMI XII:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved