Untuk Deteksi Dini Kualitas Air, PT KTS Gagas Keramba Pantau
Sungai ini dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan air bersih, sebagai jalur transportasi sungai, dan sekarang untuk mata pencaharian masyarakat.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kala Matahari beranjak naik, aktivitas masyarakat di Sungai Bubon mulai bergeliat. Pada pagi hari di sungai itu, banyak warga yang menggantungkan aktivitasnya di sana. Di sungai itu pula, ada warga yang mandi, mencuci, dan menunaikan keperluan lain.
Gambaran aktivitas penduduk di sepanjang bantaran sungai itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari PT Karya Tanah Subur (KTS). Sungai ini berdampingan dengan parit buatan yang berada di belakang Pabrik PT KTS, yang mengalir langsung ke sungai Bubon.
Sungai Bubon dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar khususnya masyarakat Desa Desa Blang Sibeutong dan Desa Cot Lada Aceh Barat yang merupakan desa ring 1 PT KTS.
Sungai ini dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan air bersih, sebagai jalur transportasi sungai, dan sekarang untuk mata pencaharian masyarakat sekitar, seperti mencari ikan, dan budidaya tanaman enceng gondok.
Baca juga: Pembangunan Ekowisata Nipah Bubon Aceh Barat Diminta Segera Direalisasi
Pada parit buatan yang mengalir langsung ke sungai Bubon tersebut terlihat tergenang sebuah persegi berukuran kurang lebih 2x3 meter, terpasang langsung di muara air yang mengalir di parit blok PT KTS. Mereka menamakan persegi tersebut dengan keramba pantau.
Ya, keramba pantau ini merupakan keramba atau tambak ikan yang diinisiasi dan dibuat khusus oleh tim Safety, Health and Environment (SHE) PT KTS dengan tujuan untuk mendeteksi dini kualitas air terutama dari hasil produksi pengolahan produk kelapa sawit (PKS) milik PT KTS.
Eka Saksono Asisstant Safety, Health and Environment PT KTS menjabarkan, dibuatnya keramba ini juga sebagai bentuk tanggung jawab PT KTS kepada masyarakat sekitar khususnya desa ring 1 yang langsung dialiri oleh sungai bubon ini.
Selain sebagai detector kualitas air, keramba ini juga sebagai preventif atau pencegahan hasil dari olahan pabrik yang bisa langsung mengalir ke sungai.
“Kita pantau setiap pagi dan sore, ini untuk memantau jika Biological Oxygen Demand (BOD) dan PH melebihi baku mutu itu yang mempengaruhi kualitas air, otomatis ikan-ikan di keramba ini akan mati, karenanya kami beri nama keramba pantau” jelas Eka, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi Serambi, Kamis (16/5/2024) malam.
Keramba pantau ini telah dibuat sejak tahun 2019 lalu. Pada saat awal pembuatannya ada dua keramba, namun saat ini satu keramba sedang dalam proses perbaikan, yang masing-masing berkapasitas sekitar 500 ekor ikan berukuran sedang. Satu keramba diisi jenis ikan nila, satunya lagi berisi ikan bawal.
Menurut keterangan Community Development Area Manager Aceh, Riduan Manik, keramba pantau ini manfaatnya begitu besar bagi KTS. Sejak 5 tahun terpasang belum pernah sama sekali ditemukan ikan yang mati akibat adanya kualitas air yang tidak baik ataupun pencemaran hasil dari pabrik.
“Semua ikan tumbuh dengan baik, bahkan manfaat lainnya kami jadi memanen ikan-ikan yang sudah besar, dan menggantinya dengan anakan ikan yan baru, sesuai dengan komitmen perusahaan terkait prinsip produksi bersih,” pungkas Riduan.
Baca juga: Satu Orang dari Kemenhan Israel Tewas usai Serangan Mortir Hamas, 8 Tentara IDF Terluka
Riduan memaparkan melalui pemanfaatan kembali limbah sesuai konsep 5R (reduce, reuse, recycle, refine & retrieve to energy), untuk tidak hanya melakukan pengelolaan dan pengolahan limbah namun juga terus berupaya untuk melakukan pengurangan limbah yang dihasilkan dari operasional perkebunan dan PKS.
Pengelolaan dan pemanfaatan limbah dilakukan secara mandiri oleh perusahaan untuk mendukung terciptanya kelestarian lingkungan dengan mempertimbangkan kelayakan secara ekologis, ekonomis dan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.(*)
| Harga Emas di Banda Aceh 22 April 2026 Turun Lebih Dalam, Anjlok Rp 50 Ribu Jadi Segini per Mayam |
|
|---|
| Baru Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Langsung Ancam Hancurkan Iran Jika Negosiasi Gagal |
|
|---|
| Sepasang Suami Istri di Aceh Timur Meninggal Dunia Ditabrak Ford Everest |
|
|---|
| Pelaku Penusukan Nus Kei Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Ini Motif dan Latar Belakang Pelaku |
|
|---|
| VIDEO - Iran Sindir Trump Usai Perpanjang Gencatan Senjata Sepihak: Tanda Kalah atau Atur Serangan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1605pantau-keramba.jpg)