Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Besar

Antisipasi Gagal Tanam, Petani di Aceh Besar Andalkan Pompanisasi Hadapi Kemarau

Kondisi cuaca panas yang membuat tanah retak akibat kemarau, membuat para berinisiatif melakukan pompanisasi untuk mendapat air.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Petani Blang Raya Kecamatan Simpang Tiga Aceh Besar manfaatkan pompanisasi untuk aliri air ke sawah, Rabu (26/06/2024). 

Kondisi cuaca panas yang membuat tanah retak akibat kemarau, membuat para berinisiatif melakukan pompanisasi untuk mendapat air.

Laporan Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Para petani di Aceh Besar andalkan proses pompanisasi untuk mengairi sawah dalam menghadapi musim kemarau.

Hal itu mereka lakukan lantaran saat ini sejumlah wilayah di Aceh Besar mulai masuk masa tanam padi.

Kondisi cuaca panas yang membuat tanah retak akibat kemarau, membuat para berinisiatif melakukan pompanisasi untuk mendapat air.

Salah satunya para petani di kawasan Blang Raya Kecamatan Simpang Tiga, telah memulai masa tanam gadu (MT Gadu) padi tahun 2024 di tengah kondisi cuaca ekstrem yang dapat berdampak gagal panen. 

Baca juga: Hujan Diprediksi Bakal Landa Bener Meriah Hingga Langsa, Simak Data BMKG

Menghadapi hal tersebut, berbagai upaya tengah dilakukan petani yang turut didampingi penyuluh pertanian dan mantri tani Aceh Besar

Strategi yang dilakukan petani untuk mengairi air ke sawah yaitu dengan mengandalkan pompanisasi.

"Memasuki musim tanam, di tengah kondisi tak menentu ini, petani memerlukan air yang cukup, sehingga salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan pompanisasi," ujar  Koordinator Tim Penyuluh Pertanian Balai Penyuluh (BPP) Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar, Khaidir, Rabu (26/6/2024).

Selain itu, pihak yang berwenang dalam pengelolaan irigasi Krueng Jreu Indrapuri sangat responsif terhadap kebutuhan air untuk padi sawah.

"Management koordinasi pun sangat baik, melalui koordinator Pengelolaan air di tingkat Kecamatan langsung ke tingkat Kabupaten.

Sehingga keluhan petani cepat tersampaikan ke instansi tersebut, khususnya terkait kebutuhan air sawah,” jelasnya. 

Petani Blang Raya Marzuki berharap dengan pengelolaan air yang baik dan perawatan padi nantinya, dapat mengantisipasi hama maupun jauh dari gagal panen.

"Kita semua berharap para petani dapat mendapatkan hasil panen yang bagus, tentu dengan perawatan yang baik dan ketersediaan air yang cukup,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Maraknya Fenomena Judi Online, Mampukah Pemberitaan Media Bantu Menekan Praktik Haram Ini?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved