Kamis, 9 April 2026

Harga Emas

Sempat Fluktuatif, Harga Emas di Aceh Timur Bertahan di Rp 4 Juta Per Mayam

"Bulan Mei kemarin harga emas loncat-loncat, tetapi banyak yang bertahan di harga 4 juta per mayam, sebelum tanggal 15 harga Rp 3.750, sekitar...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Mansur penjual emas di toko Tiara, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Rabu (24/1/2024). 

"Bulan Mei kemarin harga emas loncat-loncat, tetapi banyak yang bertahan di harga 4 juta per mayam, sebelum tanggal 15 harga Rp 3.750, sekitar tanggal 22 Rp 3.850 per mayam, kemudian naik lagi ke 3.800 dan sekarang Bulan Juni sudah di Rp 4 juta lagi," ujar penjual emas di toko Tiara, Adi, Kamis (27/6/2024).

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga emas di Aceh Timur dalam beberapa pekan tidak mengalami perubahan dan masih bertahan di harga sebelumnya.

"Bulan Mei kemarin harga emas loncat-loncat, tetapi banyak yang bertahan di harga 4 juta per mayam, sebelum tanggal 15 harga Rp 3.750, sekitar tanggal 22 Rp 3.850 per mayam, kemudian naik lagi ke 3.800 dan sekarang Bulan Juni sudah di Rp 4 juta lagi," ujar penjual emas di toko Tiara, Adi, Kamis (27/6/2024).

Harga bertahan di empat juta sudah sebulan ini, adapun daftar harga saat ini, emas murni Rp 4.000.000 per mayam, emas london Rp 38.000.000 per mayam, dan emas batangan lokal Rp 1.220.000 per gram.

"Sementara untuk emas Antam Rp. 1.275.000 per gram," ungkapnya.

Untuk peningkatan masyarakat masih banyak yang menjual ketimbang membeli,.

Hal ini masih sama seperti keadaan sebelum karena dipengaruhi oleh ekonomi.

Adi melanjutkan tentang prospek harga emas ke depannya tidak bisa diprediksi, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas.

Kondisi ekonomi global, harga emas seringkali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

Jika terjadi ketidakstabilan ekonomi, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven perlindungan nilai dapat meningkat, yang mungkin mendorong harga naik.

Nilai tukar mata uang  juga berdampak pada harga emas.

Ketika nilai tukar dolar AS melemah, harga emas cenderung naik karena emas diperdagangkan dalam dolar.

Geopolitik dan ketidakstabilan, konflik geopolitik, ketidakstabilan politik, dan peristiwa global lainnya dapat memicu ketidakpastian dan meningkatkan permintaan terhadap emas.

Permintaan dan penawaran: faktor-faktor fundamental seperti permintaan industri misalnya, untuk perhiasan dan elektronik dan penawaran tambang emas juga memengaruhi harga.

"Pergerakan harga emas sangat komplek dan sulit diprediksi secara pasti," tuturnya.  (*)

Baca juga: Logam Mulia Turun Tipis, Perhiasan Bertahan, Ini Rincian Harga Emas di Langsa Per 27 Juni 2024

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved