Senin, 20 April 2026

Video

VIDEO - Konflik Israel-Yaman: Saudi & AS Dituding Bantu Zionis Serang Yaman

Menurut Koresponden Al Mayadeen, serangan itu menargetkan pembangkit listrik Ras Kathib di Hodeidah.

SERAMBINEWS.COM - Arab Saudi menampik pernyataan telah membantu Israel untuk menyerang wilayah Yaman pada Sabtu (20/7/2024).

Otoritas Arab Saudi juga mengklaim tak mengizinkan siapa pun untuk menggunakan wilayah udara Kerajaan untuk tujuan ofensif.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Brigadir Jenderal Turki Al-Malki, juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Al-Malki menegaskan, Kerajaan tidak memiliki hubungan atau keterlibatan dalam penargetan Hodeidah.

“Kerajaan tidak memiliki hubungan atau keterlibatan dalam penargetan Hodeidah, dan Kerajaan tidak akan mengizinkan entitas apa pun untuk melanggar wilayah udara,” kata Brigadir Jenderal Turki Al-Malki.

Menekankan bahwa mereka tidak akan membiarkan wilayah udaranya dilanggar oleh pihak mana pun.

Bantahan serupa juga diungkapkan empat pejabat Amerika Serikat (AS).

Mereka menyebut, Israel bertindak sendiri tanpa keterlibatan militer Washington.

Pernyataan Arab Saudi dan AS muncul setelah agresi pendudukan Israel yang dilancarkan oleh pesawat tempurnya ke Yaman.

Menurut Koresponden Al Mayadeen, serangan itu menargetkan pembangkit listrik Ras Kathib di Hodeidah.

Memicu kebakaran pada fasilitas penyimpanan minyak.

Disebutkan, tentara Israel mengerahkan 25 jet tempur.

Kobaran api yang sangat besar membuat petugas pemadam kebakaran setempat kesulitan memadamkan api.

Kementerian Kesehatan setempat menyebut, setidaknya ada 80 orang yang mengalami luka-luka.

Sementara tiga orang lainnya tewas akibat ledakan tersebut.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved