Berita Pidie
Kesimpulan Seminar Raya, Hari Jadi Pidie Ditetapkan 18 September 1511 M
"Mulai Rabu (31/7/2024) pukul 13.04 WIB Pidie sudah punya hari jadi. Jadi Negeri Kupiah Meukutop ini sudah ada hari jadi. Terimakasih kepada semua
"Mulai Rabu (31/7/2024) pukul 13.04 WIB Pidie sudah punya hari jadi. Jadi Negeri Kupiah Meukutop ini sudah ada hari jadi. Terimakasih kepada semua
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kesimpulan Seminar Raya Hari Jadi Kabupaten Pidie ditetapkan jatuh pada 22 Jumadil Akhir 917 H atau 18 September 1511 M.
Demikian antara lain salah satu poin Seminar Raya Hari Jadi Pidie berlangsung di Op Room Setdakab Pidie, Rabu (31/7/2024).
Sehingga, Pidie yang selama ini belum ada hari jadi maka setelah adanya rangkaian Fokus Group Discussion (FGD) I dan FGD II serta Praseminar dan terakhir Seminar Raya Pidie sudah ada hari jadi.
"Mulai Rabu (31/7/2024) pukul 13.04 WIB Pidie sudah punya hari jadi. Jadi Negeri Kupiah Meukutop ini sudah ada hari jadi. Terimakasih kepada semua pihak dan semoga berkah dan kemudahan dari Allah SWT," ujar Pj Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar seusai Seminar Raya Hari Jadi Pidie, di Ruang Pj Bupati Pidie, Rabu (31/7/2024).
Pj Bupati Pidie mengatakan, sebelumnya dalam masyarakat sering dibicarakan sehingga akhirnya, sebut Pj Bupati pihaknya membentuk Tim Perumus di bawah kendali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie.
Selanjutnya dibuat FGD I, FGD II hingga Seminar Raya. "Semua dukungan Forkopimda dan tokoh masyarakat kita sudah memiliki hari jadi sudah ada," kata Pj Bupati.
Sehingga nantinya Pemerintah Kabupaten ini menjadi momen atau tonggak dan akan dirangkai dengan tugas lain di sisi budaya, keagamaan, benda purbakala dan lainnya yang ada di wilayah Pidie.
"Kita akan sesuaikan secara khusus termasuk memasuki ke dalam sisi pendidikan akan kita susun kembali. Ke depan kita persiapkan mekanisme penetapan dengan Peraturan Bupati (Perbup)," kata Pj Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar.
Hadiri
Pejabat Bupati Pidie Menghadiri sekaligus Membuka Acara Seminar Raya Kajian Hari Jadi Pidie dengan Tema “Kedaulatan Pedir Masa Lalu Sebagai Awal Pembangunan Pidie Berkelanjutan Sekarang dan Masa Mendatang.” yang dilaksanakan di Oproom Kantor Bupati Pidie, Rabu, (31/07/2024).
Kegiatan ini kelanjutan dari Pra Seminar yang telah dilaksanakan pada Rabu 24/07/2024 lalu. Kegiatan Seminar ini dapat di tonton secara live Streaming lewat akun Youtube Pemerintah Kabupaten Pidie.
PJ Bupati Pidie menyampaikan bahwa hari ini (Rabu 31/7/2024) Pemkab Pidie sudah pada tahab pengambilan kesimpulan untuk hari jadi Pidie sabagai daerah kupiah meukeutop, Sekaligus Pejabat Bupati Pidie Berharap kepada seluruh SKPK dapat memberikan dukungan sepenuhnya untuk menetepkan hari jadi Pidie.
“Pembahasan seminar raya hari ini akan berfokus pada asumsi-asumsi haru jadi Pidie, materi diskusi dibatasi sesuai dengan rekomendasi dari kesepakatan yang telah tercapai pada FGD I dan FGD II,” Kata Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie, Yusmadi MPd dalam Laporan Panitia.
Pada Seminar Raya ini ada 5 Pemateri yaitu (Junaidi, S.Ag.,) (Dr.H.Nadhar Putra, M.Si.,) (Dr.H. Husaini, MA,) (Drs. Nab Bahany As,) (Ir. Tarmizi A. Hamid, SE. B.Sc.)
Turut Hadir Ketua MPU Kabupten Pidie Tgk. H. Ismi A Jalil, Dandim 0102 Kabupaten Pidie Letkol Inf Abd Jamal Husin, SE. Kajari pidie diwakili Kasi Pidsus Ivan Najjar Alavi SH MH.
Wakapolres Kabupaten Pidie, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Yusmadi, S.Pd,M.Pd. Asisten II Ir. H. Tarmizi, Mahkamah Syariah, DPR Kabupaten Pidie, Kajari Kabupaten Pidie, para Kepala SKPK.
Poin kesimpulan Hari Jadi Pidie
Sementara itu, dalam rangkaian poin kesimpulan dibacakan salah satu anggota Tim Pemateri, Junaidi Ahmad menyampaikan, Kesimpulan pada Seminar Raya ini bahwa Penetapan Hari Jadi Pidie Jatuh Pada 22 Jumadil Akhir 917 M/18 September 1511 M.
Dengan itu Kabupaten Pidie berusia 529 tahun hijriah/ 513 tahun Masehi.
Selanjutnya kajian itu dengan tiga pertimbangan penting yaitu pertama kajian sejarah Hari Jadi Pidie disepakati mulai pada saat Kerajaan Pedir telah menjadi sebuah Kerajaan Islam yang berdaulat.
Kemudian, pertimbangan kedua penelusuran sejarah penetapan Hari Jadi Pidie disepakati berdasarkan data primer yang menunjukkan ciri-ciri valid dan tak terbantahkan serta tidak debatable.
Lalu, pertimbangan ketiga dari Seminar Raya itu menyebutkan, pusat kedudukan Raja adalah Cosmos Centrum artinya pusat kedudukan Raja menjadi patokan atau awal semua kegiatan lain dan ini menunjukkan kedaulatan suatu kerajaan.
Sehingga bedasarkan poin tersebut maka tahun 1446 H/2024 Masehi Pidie telah berusia 529 Tahun Hijriah atau 513 Tahun Masehi.
Sementara itu, berdasarkan itu maka melahirkan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk menindaklanjuti Penetapan Hari Jadi Pidie sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku.
Selanjutnya merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie untuk dapat merayakan atau memperingati setiap tanggal 22 Jumadil Akhir atau 18 September Masehi sebagai Hari Jadi Pidie.
Berikutnya, merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie untuk membentuk Tim ahli cagar budaya dan mewujudkan museum Pidie serta melestarikan situs sejarah Kerajaan Pedir, Kerajaan Aceh Darussalam dan kawasan cagar budaya yang ada dalam wilayah Kabupaten Pidie.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat menggelar praseminar penetapan hari jadi Pidie di Oproom Setdakab Pidie, Rabu (24/07/2024).
Penjabat (Pj) Bupati Pidie Drs. Samsul Azhar menghadiri Kegiatan Pra Seminar ini yang didampingi para Asisten dan Staf Ahli setempat.
Kegiatan Rapat Pra Seminar Penetapan Hari Jadi Kabupaten Pidie ini adalah lanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) Ke II Hari Jadi Pidie. Sementara seminar direncanakan digelar akhir bulan Agustus.
Dalam sambutannya Samsul Azhar menyampaikan bahwa penetapan tanggal lahir Pidie ini akan menjadi Momentum secara umum dan akan adanya Visi Misi untuk memajukan Kabupaten Pidie.
“Terlaksananya pertemuan hari ini adalah selingan dari kegiatan kita dalam mengkaji dan menetapkan hari jadi Pidie,” kata Pj Bupati Samsul Azhar.
Sementara itu, selanjutnya akan dilaksanakan seminar untuk menetapkan hari jadi Pidie.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Dinas PK, Camat dan SKPK yang telah memberikan semanagt untuk menetapkan hari jadi Pidie,” ucapnya.
Sementara itu, pemerhati adat, Junaidi SAg MH menjelaskan bahwa kajian untuk menetapkan hari jadi suatu daerah itu tergantung kepada pemerintah daerah masing-masing.
Maka itu, untuk menemukan hari jadi merupakan fenomena yang historis, maka naskah kajian hari jadi haruslah mengacu pada metodolog sejarah yang kuat dan ketat.
Pidie sebelumnya adalah kerajaan Pedir yang berbeda dengan Aceh, sehingga sampai sekarang Pidie tidak disebut sebagai Aceh Pidie, melainkan kabupaten Pidie saja.
Ketika terjadi konfrontasi dengan Portugal, maka kerajaan Pedir menggabungkan diri dengan Kerajaan Aceh untuk melawan Penjajah Portugis.
Disebutkan, tim perumus telah menjelajahi lokasi situs sejarah yang ada di Pidie dimana situs sejarah ini sebagai bukti penyebaran islam sudah kuat di daerah Pidie fi abak ke 15 M.
Sebagai contoh, sebut Junaidi Ahmad, Makam Sultan yang bergelar Sultan Ma ruf Syah di Dayah Tanoh Klibeut, Kecamatan Pidie. Ia seorang Sultan yang digelar dengan Ma ruf Syah namanya tidak disebutkan. Ma'ruf berarti kebajikan. Makna gelaran itu berarti kira kira Raja Kebajikan.
Kemudian sejumlah nisan peninggalan sejarah di komplek makam Teungku Meurah, Gampong Babah Jurong Kembang Tanjung
Sementara itu, turut hadi pada kesempatan itu Asisten II Ir H Tarmizi, Asisten III Drs.Sayuti,MM. Para Staf Ahli Bupati Kabupaten Pidie, Para Kepala SKPK di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie, dan Para Camat Kabupaten Pidie.
Diberitakan sebelumnya, dalam rangka mencari titik terang bukti sejarah kapan Kabupaten Pidie lahir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menggelar Fokus Group Discusion (FGD) I, di Oproom Setdakab setempat, Senin (10/6/2024).
FGD ini bertujuan memancing pola pikir dan mendapatkan sumbang pikir yang logis guna mendapatkan dukungan kuat untuk dijadikan kajian penetapan hari jadi Pidie dan dapat dikukuhkan secara permanen.
Selama ini Kabupaten Pidie luput dari peringatan hari Milad. Oleh karena itu, dengan adanya FGD diharapkan dapat terbentuk qanun agar menjadi acuan referensi hukum.
Sehingga lewat FGD I dan ke II nantinya dapat diparipurnakan konsideran hukum sebagai dasar pijakan hukum agar Pidie memiliki kekuatan untuk diperingati hari jadinya, Pidie sebagai jati diri daerah yang berdaulat dan bermarwah.
Disebutkan yang paling tinggi atas asas ini dikaji pada referensi sejarah secara Islami. Karena masyarakat Pidie lebih kokoh dalam penerapan sendi-sendi agama Islam.
Demikian itu, referensi sejarah islam menjadi awal tanggal Pidie lahir.
Pemerhati politik dan hukum, Dr Nadhar Putra, M.Si., mengatakan, kerajaan Pedir pada hakikatnya telah menguasai dunia sejak jauh sebelum kerajaan besar di Nusantara.
Jadi Pidie merupakan salah satu Kabupaten di Aceh secara yuridis dibentuk melalui UU Nomor 7 (Drt) tahun 1956 nomor 58 tambahan lembaran negara RI nomor 1092,"ujarnya.
Meninjau situs sejarah di Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu
Meninjau situs sejarah di Kabupaten Pidie beberapa waktu lalu (Dok Dinas PK Pidie)
Selain itu, pemerhati adat dan budaya, Junaidi, S.Ag.,MH., juga menjelaskan, dalam catatan lembaran sejarah, masa dinasti Liang Tiongkok pada tahun 502 - 557 nomor buku 54 mencatat adanya sebuah kerajaan Poli di pantai utara Sumatera dan menurut HM Zainuddin dalam Tarikh Aceh dan Nusantara Jilod 1 Poli itu adalah Pidie.
Malahan dalam awal mula catatan sejarah menurut Winsted selaku sejarawan kuno menyatakan bahwa kerajaan Pedir merupakan sebuah kerajaan yang sudah ada setelah kerajaan Sriwijaya dan juga menurut Mills pelabuhan Nan-po-li terletak di Pedir yang kini Sigli," sebut Junaidi.
Adapun FGD ini dihadiri oleh ratusan peserta terdiri dari berbagai kalangan pemerhati budaya, adat istiadat, tokoh masyarakat para kalangan ulama dan para sejarawan serta organisasi kepemudaan (OKP).
Sementara itu kegiatan ini dipandu oleh moderator Umar Mahdi SH MH dan Anggota Tim perumus lainnya Abdul Hadi Zakaria, Musmarwan Abdullah SSos, dan ada beberapa lainnya.(*)
hari jadi Pidie
Pj Bupati Pidie Drs Samsul Azhar
Usia Kabupaten Pidie
Pidie
Serambinews.com
Seminar Raya Hari Jadi Pidie
| Direktur Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Sampaikan Kebutuhan Pelayanan Air Minum kepada Satgas PRR |
|
|---|
| Kasus Korupsi APBG, Mantan Keuchik di Pijay Ditahan di Rutan Sigli, Begini Perkembangannya |
|
|---|
| KPA Hingga Warga Hadiri Haul Hasan Tiro di Kantor DPW PA Pidie, Diwarnai Zikir dan Santunan |
|
|---|
| Puluhan Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUD Sigli, Ditangani 3 Dokter Spesialis Bedah |
|
|---|
| Pemkab Pidie Terima Opini WTP Berturut-turut dari BPK RI, Begini Respons Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seminar-Hari-Jadi-Pidie-3.jpg)