Jumat, 1 Mei 2026

Komandan Santri Bela Negara Se-Aceh Kecam Keras Kontes Transgender Bawa Nama Aceh

Masyarakat Aceh dihebohkan oleh sebuah video yang tersebar di media sosial menampilkan seorang waria

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Komandan Santri Bela Negara Se Aceh, Tgk Misbar As Salmani. Komandan Santri Bela Negara Se-Aceh Kecam Keras Kontes Transgender Bawa Nama Aceh. 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
 
SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN - Masyarakat Aceh dihebohkan oleh sebuah video yang tersebar di media sosial menampilkan seorang waria mengenakan selempang Aceh menjadi pemenang pada kontes kecantikan Transgender. 

Menurut informasi kontes itu berlangsung di sebuah hotel di Jakarta pada 4 Agustus 2024.

Terkait hal tersebut, Komandan Santri Bela Negara Se Aceh Tgk Misbar As Salmani mengecam keras kontes Transgender yang membawa nama Aceh itu. 

Menurutnya perilaku tersebut tidak mencerminkan kehidupan sosial masyarakat di Aceh bahkan sangat menjatuhkan martabat Aceh yang dikenal dengan tanah aulia yang mempunyai syariat islam yang begitu kentalnya.

“Oleh karena itu kami meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera mengusut tuntas dan menginterogasi pihak panitia pelaksana. Selain itu juga harus diungkapkan pihak yang memberikan izin terhadap kontestan yang mewakili Aceh itu,” kata Tgk Misbar As Salmani. 

Misbar menjelaskan even-even seperti itu akan merusak nama baik Aceh yang berlandaskan dengan prinsip-prinsip kekhususan dan keistimewaan dalam bingkai syariat Islam.

“Untuk itu kami berharap Kepada seluruh elemen masyarakat kalau pun ada saudara atau keluarga yang berprilaku seperti ini, supaya dapat diberikan edukasi. Sehingga dia akan memperoleh pemeliharaan dan pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan tanpa diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Misbar.

Komandan Santri Bela Negara berharap agar kegiatan seperti itu di kemudian hari tidak ada lagi yang mengklaim dirinya sebagai wakil dari Aceh.

“Pelaksanaan acara-acara dan kegiatan-kegiatan yang seperti itu sangatlah kita sayangkan. Semoga pemerintah Aceh segera memberikan klarifikasi dan menolak peserta tersebut berasal dari Aceh, bahkan bisa mempersoalkan secara hukum karena telah mencatut nama Aceh secara ilegal,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved