Senin, 13 April 2026

video

VIDEO Khawatir Perang Pecah, AS Minta Turki dan Sekutu Bujuk Rezim Iran agar Batal Serang Israel

Sejak Ayatollah Ali Khamenei mengancam akan membalas pembunuhan Ismail Haniyeh, AS berupaya mencegahnya melalui upaya diplomasi.

Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) saat ini dilaporkan tengah meminta Turki dan negara-negara yang dekat dengan Iran agar membujuk pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei, selaku Pemimpin Tertinggi Iran, untuk membatalkan rencana serangan terhadap sekutunya, Israel.

Sejak Ayatollah Ali Khamenei mengancam akan membalas pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, AS berupaya mencegahnya melalui upaya diplomasi.

Jeff Flake, duta besar AS untuk Turki kepada wartawan di Istanbul, Turki, Selasa (13/8/2024) mengatakan bahwa pihaknya meminta semua sekutu mereka yang memiliki hubungan dengan Iran untuk memberikan tekanan kepada pihak Iran agar mengurangi eskalasi, dan ini termasuk Turki.

Sementara duta besar Turki di AS berupaya melakukan apa yang mereka bisa untuk memastikan keadaan tidak meningkat.

AS menggencarkan upaya diplomasi setelah Iran dan Hizbullah Lebanon mengancam akan menyerang Israel.

Di sisi lain, AS tengah mengirimkan kapal perang ke Israel untuk mendukung pertahanannya, yang disusul dengan pengiriman kapal induk dan kapal selam berpeluru.

Sebelumnya, AS dan Turki sempat berselisih soal posisi mereka dalam menyikapi agresi di Jalur Gaza.

Namun, menurutnya, perselisihan agak mereda setelah AS mulai secara aktif menyerukan gencatan senjata.

Sebelumnya, Israel diduga membunuh Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dalam ledakan di sebuah kamar dalam kunjungannya di Teheran, Iran, pada Rabu (31/7/2024) sekitar pukul 2.00 waktu setempat.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengancam akan membalas Israel karena pembunuhan itu menargetkan tamu penting Iran di wilayahnya.

Beberapa jam sebelumnya, Israel membunuh Komandan Hizbullah, Fuad Shukr, dalam serangan udara Israel di Beirut, Lebanon pada Selasa (30/7/2024) malam dan disusul ancaman dari Hizbullah.(*)

VO: Dara Nazila
EV: Muhammad Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved