Jumat, 10 April 2026

Aceh Tamiang

Upacara Hari Pramuka Dipusatkan di Bumi Perkemahan Pancasila, Dihadiri 500 Orang

Dalam kesempatan itu Agus Salim menyampaikan upacara tahun ini terbilang istimewa karena dilangsungkan di Bumi Perkemahan Pancasila...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Dok Pramuka
Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang memusatkan Peringatan Hari Pramuka ke 63 di Bumper Pancasila, Kampung Aras Sembilan, Bandarpusaka, Selasa (14/8/2024). Upacara ini turut diikuti santriwati dengan mengenakan seragam bercadar. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Upacara peringatan Hari Pramuka ke 63 di Aceh Tamiang dipusatkan di Bumi Perkemahan (Bumper) Pancasila, Kampung Aras Sembilan, Kecamatan Bandarpusaka, Selasa (14/8/2024).

Upacara ini diikuti kurang lebih 500 anggota pramuka dari seluruh kecamatan di Aceh Tamiang, termasuk sejumlah pejabat pemerintahan.

Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang, Agus Salim bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan komandan upacara dipercayakan kepada Agum Wija Prayoga.

Dalam kesempatan itu Agus Salim menyampaikan upacara tahun ini terbilang istimewa karena dilangsungkan di Bumi Perkemahan Pancasila yang terletak di Bandarpusaka. Dia menegaskan Bumper ini sebagai simbol eksistensi Pramuka Aceh Tamiang yang terus berupaya mempersiapkan generasi muda berjiwa Pancasila.

“Bumper ini akan menjadi saksi eksistensi Pramuka dalam mempersiapkan  generasi muda yang memiliki rasa cinta kebangsaan, demi utuhnya NKRI,” kata Agus Salim.

Agus Salim menekankan program yang dijalankan  Pramuka Aceh Tamiang ini sudah sejalan dengan tema Hari Pramuka ke 63 “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI”.

Dia pun mengingatkan kalau program ini penting dalam menghadapi perkembangan  teknologi dan komunikasi yang menjadikan hilangnya batas-batas negara.

“Karena mudahnya hubungan antar-warga negara, maka sekarang ini marak judi online yang menerpa generasi muda, aksi bullying, kasus narkoba, pornografi, hingga budaya asing yang telah menggerus semangat gotong-royong dan nasionalisme generasi muda,” bebernya.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, Gerakan Pramuka dinilai sebagai solusi paling tepat untuk menganalisasi situasi ini. Gerakan Pramuka memberikan pendidikan life skill, soft skill, hard skill, serta dilengkapi dengan kecerdasan sesosif, yaitu kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik, yang menjadi postur ideal seorang Pramuka sebagai generasi pembawa perubahan untuk bangsa Indonesia.

“Sebagai organisasi pendidikan nonformal, Gerakan Pramuka realitanya tidak hanya sekadar menangani character building, tetapi juga berperan aktif pada bidang lainnya seperti pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Pengbadian masyarakat ini di antaranya melakukan pembantuan berbagai kebencanaan, terlibat pada tim Search And Rescue (SAR), melaksanakan kegiatan bakti seperti bedah rumah di berbagai penjuru tanah air, aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum, pembersihan sarana ibadah, dan sosialisasi hemat energi.

Selain itu, Gerakan Pramuka juga telah melakukan adaptasi teknologi, turut andil dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan membuat Sekolah Pertanian Terpadu yang bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO), memberikan pelatihan kepemimpinan kepada generasi muda secara berkelanjutan, mengembangkan program kewirausahaan dalam rangka berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional, dan Gerakan Pramuka terus melakukan transformasi kurikulum agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman saat ini dan pada masa yang akan datang. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved