Air Bersih

Pelanggan Keluhkan Kualitas Air Perumda Tirta Tamiang Sering Mati dan Air Mirip Sanger

Sorotan pelanggan bukan hanya pada kualitas distribusi, tapi juga kualitas air yang buruk. Air yang dipasok ke rumah pelanggan berwana sangat keruh da

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Dok Warga
Kondisi air Perumda Tirta Tamiang berwana keruh. Kualitas ini membuat pelanggan dirugikan. 

Laporan Rahamd Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kualitas air Perumda Tirta Tamiang kembali dikeluhkan pelanggan karena mendistribusikan air berwarna keruh.

Keluhan ini ramai disampaikan menyusul macetnya distribusi air ke rumah pelanggan dalam tiga hari terakhir.

“Sejak hujan sering turun, air pun sering mati,” kata seorang pelanggan, Minggu (25/8/2024).

Sorotan pelanggan bukan hanya pada kualitas distribusi, tapi juga kualitas air yang buruk. Air yang dipasok ke rumah pelanggan berwana sangat keruh dan bau.

“Warnanya mirip sanger,” ungkap warga.

Baca juga: Suplai Air Bersih PDAM Tirta Meulaboh Terhenti, Ribuan Pelanggan Kena Dampak

Salah satu warga bahkan menyampaikan tingkat kekeruhan warna tergolong paling buruk dalam dua tahun terakhir. 

Penilaian ini merujuk pada saringan air yang dipasang di rumah pelanggan tidak mampu menyaring lumpur yang ikut terpasok ke rumah pelanggan.

“Saya sengaja beli filter seharga Rp 3,5 juta, sekarang macam tidak berfungsi, baju putih berubah kuning,” ungkapnya.

Direktur Perumda Tirta Tamiang, Ismail tidak menjawab ketika dikonfirmasi terkait hal ini. Nada dering ponselnya terdengar aktif, namun tidak ada jawaban.

Namun dalam beberapa kesempatan, Ismail menerangkan persoalan ini disebabkan aliran sungai Tamiang yang difungsikan sebagai kanal instalasi pengolahan air (IPA) menyempit hingga 30 meter. 

Selain menurunkan kualitas air, kondisi ini juga menyebabkan distribusi air bersih ke masyarakat sering terganggu.

Pendangkalan sungai ini terjadi akibat material lumpur yang terbawa banjir menumpuk di seputaran kanal intake. 

Kejadian yang sudah berlangsung lama ini membuat tepi sungai meninggi hingga membuat debit air ke sumur intake berkurang drastis.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved