Senin, 27 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu Tarik Mundur Pasukan IDF dari Jenin Setelah Bunuh 21 Warga Palestina

Penarikan ini dilakukan setelah IDF menggelar operasi penyerbuan selama 10 hari secara berturut-turut.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Pasukan Israel melakukan operasi militer di Kpta Jenin, Palestina, Senin (12/12/2022). 

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu memerintahkan pasukan pertahanan Israel (IDF) untuk mundur dari Kota Jenin dan kamp pengungsi di bagian utara Tepi Barat, Jumat (6/9/2024).

Penarikan ini dilakukan setelah IDF menggelar operasi penyerbuan selama 10 hari secara berturut-turut.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan semua pasukan Israel meninggalkan Jenin dini hari waktu setempat pasca melancarkan serangan besar-besaran di Tepi Barat utara pada tanggal 28 Agustus kemarin.

Meskipun pasukan Israel telah menarik diri, namun para penduduk Jenin mengaku masih khawatir.

Lantaran tentara-tentara Tel Aviv sewaktu-waktu bisa kembali ke area tersebut, seperti sebelumnya pasukan Israel juga melancarkan penyerbuan yang diikuti penarikan pasukan.

Terlebih hingga kini pos-pos pemeriksaan militer di sekitar Jenin masih tetap aktif, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya serangan lebih lanjut.

Baca juga: Fatah dan Hamas Sergap Tentara Israel di Tulkarm, IDF Tewas dan Luka-luka, Jenin Masih Membara

Puluhan Orang Tewas

Mengutip dari Al Arabiya operasi penyerbuan dilakukan militer Israel dengan dalih untuk memerangi militan Palestina yang didukung Iran.

Namun operasi tersebut berubah menjadi serangan besar-besaran terhadap wilayah Jenin dan Tulkarm hingga memicu kehancuran yang luas di Tepi Barat.

Para tentara Zionis itu mengepung rumah-rumah, melakukan penggeledahan, dan menginterogasi sejumlah besar penduduk.

Para saksi melaporkan bahwa mereka mendengar ledakan dan baku tembak secara sporadis di beberapa daerah di Jenin.

Sosial media bahkan dihebohkan dengan beredar video suasana mencekam saat tentara Israel menembaki jurnalis yang sedang melakukan liputan di pusat kota Jenin.

Adapun video tersebut dibagikan oleh akun X @QudsNen pada Senin (2/9/2024).

Dalam video singkat tersebut sejumlah jurnalis laki-laki tampak berlarian ketika dua kendaraan tempur tentara Israel berada di lokasi tersebut.

 
Selama operasi digelar, kementerian kesehatan Palestina melaporkan sebanyak dua puluh satu orang di kota dan kamp pengungsian dilaporkan tewas,

Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh Israel sengaja memindahkan kehancuran brutal dan penghancuran di Jalur Gaza ke Tepi Barat yang diduduki, sebagaimana dibuktikan oleh situasi di kota Jenin dan Tulkarm, serta kamp-kamp pengungsi di sana.

Baca juga: VIDEO Pertempuran Sengit Berlanjut di Kamp Jenin, Ledakan, hingga Tentara IDF Tewas di Al-Jabriyat

Buldoser IDF Hancurkan 70 Persen Jalan di Jenin

Selain melakukan penyerangan ke warga Jenin, dalam operasi tersebut para tentara IDF juga turut melakukan perusakan infrastruktur.

Tak tanggung-tanggung, Israel turut mengerahkan buldozer untuk menghancurkan jalanan di Jenin, Palestina.

Warga Palestina yang mengungsi menyebut pengrusakan oleh Israel itu lebih parah dari yang dibayangkan

Hal senada juga diungkapkan Pemerintah Kota Jenin, dalam keterangan resminya ia menjelaskan bahwa serbuan pasukan Israel selama 10 hari berturut-turut telah menghancurkan hampir 70 persen jalan Jenin.

Lebih dari itu Israel juga menghancurkan 20 km jaringan air dan pembuangan limbahnya, sehingga 80 persen kamp pengungsi tidak memiliki akses air.

 

Militer Israel Larang Menteri Palestina Kunjungi Jenin di Tengah Serangan Israel di Tepi Barat

Militer Israel larang menteri Palestina kunjungi Jenin di tengah serangan di Tepi Barat

Tentara Israel melarang delegasi menteri Palestina mengunjungi kota Jenin pada hari Kamis di tengah operasi militer besar-besaran di Tepi Barat utara, kata otoritas Palestina, Anadolu Agency melaporkan.

“Delegasi tersebut dihalangi oleh tentara Israel untuk mencapai Jenin selama dua jam,” kata kantor media pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Delegasi tersebut termasuk juru bicara pemerintah, Mohammed Abu Al-Rub, Menteri Pemerintahan Daerah Sami Hijjawi, dan Menteri Pekerjaan Umum, Ahed Bseiso, menurut seorang reporter Anadolu .

Namun, Menteri Kesehatan, Majid Abu Ramadan berhasil memasuki kota tetapi dicegah oleh pasukan Israel untuk mencapai Rumah Sakit Pemerintah Jenin.

Gubernur Jenin, Kamal Abu Al-Rub, mengatakan Kamis pagi bahwa pasukan tentara Israel sedang mengepung gedung kotamadya tersebut.

“Pihak berwenang Israel berupaya mencegah menteri-menteri pemerintah Palestina mengadakan konferensi pers di dalam gedung pemerintahan daerah (Jenin),” kata Abu Al-Rub.

Tentara Israel melancarkan, pada tanggal 28 Agustus, operasi militer terbesarnya di Tepi Barat utara dalam dua dekade, menewaskan sedikitnya 39 warga Palestina dan menyebabkan kerusakan besar di daerah tersebut.

Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki saat Israel terus melancarkan serangan brutalnya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 40.800 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober tahun lalu.

Setidaknya 691 orang tewas dan lebih dari 5.700 orang terluka akibat tembakan Israel di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan.

Eskalasi ini menyusul pendapat penting Mahkamah Internasional pada 19 Juli yang menyatakan pendudukan Israel selama puluhan tahun atas tanah Palestina adalah melanggar hukum dan menuntut evakuasi semua pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

 

Baca juga: Bocah Keluarga Miskin di Aceh Utara Terbakar, Sempat Terkendala Berobat hingga Dandim Turun Tangan

Baca juga: VIDEO Kedubes Israel di Munich Diteror dan Ditembaki Berkali-kali, Iran Diduga Terlibat

Baca juga: Alumni Monash University Australia Isi Khutbah Jumat di Pidie, Ingatkan Tentang Generasi yang Lemah

Sudah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved