Video
VIDEO Pengakuan Sandera Israel Sebelum Dihabisi IDF, 10 kali Dipindah Hamas agar Tak Diserang Zionis
Sandera tersebut mengaku dipindahkan hingga 10 kali agar terlindungi dari serangan brutal Pasukan Pertahanan Israel.
SERAMBINEWS.COM - Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, kembali merilis video yang menampilkan sandera Israel sebelum tewas.
Sandera tersebut mengaku dipindahkan hingga 10 kali agar terlindungi dari serangan brutal Pasukan Pertahanan Israel.
Dikutip dari Anadolu Agency via Tribunnews, Kamis (5/9/2024), sandera Israel bernama Alexander Lobanov tampil mengenakan kaus berwarna hitam.
Lobanov mengaku hidup dalam kondisi serba sulit karena Gaza kekurangan air dan pasokan makanan.
Sementara IDF terus menerus melakukan pengeboman hingga membuat sandera takut dan tidak bisa tidur.
Lobanov kemudian mengecam Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, karena dianggap tidak mempedulikan keselamatan sandera.
Baca juga: VIDEO Zionis Tak Diberi Nafas! Irak Ledakan Pelabuhan Haifa usai Bombardir Pembangkit Listrik Israel
Ia pun mendesak warga Israel melakukan aksi protes dan turun ke jalan untuk menuntut para sandera dipulangkan.
Namun, pesan yang disampaikan Lobanov sia-sia karena ia dan lima sandera lainnya lebih dulu tewas pada pekan lalu, dalam insiden serangan udara Israel.
IDF menemukan jasad keenam sandera di terowongan bawah tanah Kota Rafah.
Hamas menyebut kematian mereka karena ulah Israel sendiri yang tidak menyepakati pembebasan tahanan dan justru mengabaikan keselamatan sandera.(*)
Narator: Dara Nazila
Baca juga: VIDEO Memalukan! Video Tentara Israel Gelut Sesamanya di Pinggir Jalan Bocor, IDF Merasa Malu
| VIDEO Ismail Rasyid Bahas Potensi Ekspor Impor Aceh Dengan Mitra Bisnis dari Malaysia dan Korea |
|
|---|
| VIDEO Iran Akan Beri Kejutan Baru di Medan Tempur Saat Lawan AS-Israel Lagi |
|
|---|
| VIDEO Iran Siapkan Kejutan untuk Lawan AS, Jika Diplomasi Gagal |
|
|---|
| VIDEO SAKSI KATA - Rumah Rusak, Usaha Hancur: Perjuangan Jalaluddin Bangkit Pascabanjir |
|
|---|
| VIDEO Iran Marah AS Serang Kapal Dagangnya di Laut Oman, Sebut Tindakan Terorisme |
|
|---|