Senin, 4 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

5 Drone dari Yaman Bidik Target di Tel Aviv Israel, Klaim Kena Target Penting

Houthi, yang didukung Iran, mengklaim serangan drone yang dilancarkannya ke Tel Aviv berhasil mengenai target penting.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Xinhua/Mohammed
Rudal Houthi dipamerkan saat pawai militer di Sanaa, Yaman, 21 September 2022. 

SERAMBINEWS.COM - Kelompok pemberontak Houthi, yang bermarkas di Yaman, turut melancarkan serangan udara terhadap Israel.

Houthi, yang didukung Iran, mengklaim serangan drone yang dilancarkannya ke Tel Aviv berhasil mengenai target penting.

Namun, seperti dilansir AFP, Kamis (3/10/2024), otoritas Israel sejauh ini belum memberikan konfirmasi langsung atas serangan tersebut.

Houthi, dalam pernyataannya pada Kamis (3/10), mengklaim mereka "telah melakukan operasi militer yang menargetkan sasaran penting di wilayah Jaffa (sebutan untuk Tel Aviv-red) di wilayah pendudukan Palestina dengan sejumlah drone Jaffa".

"Operasi tersebut mencapai tujuannya dengan sukses karena drone-drone itu mencapai target-targetnya, tanpa musuh mampu menghadapi atau menembak jatuhnya," klaim Houthi dalam pernyataannya.

Media Israel melaporkan bahwa pesawat tak berawak tersebut diluncurkan dari Yaman, sekitar 2.000 kilometer jauhnya dari Palestina yang diduduki.

Setidaknya lima pesawat tak berawak serang satu arah mencapai Yafa (Tel Aviv) yang diduduki, di Palestina yang diduduki, pada Kamis malam. 

 
Media Israel melaporkan bahwa lima pesawat tak berawak diluncurkan dari Yaman, sekitar 2.000 kilometer jauhnya, saat pesawat tak berawak pertama tiba di daerah itu sekitar pukul 2:00 pagi (waktu setempat). 

Setidaknya tiga ledakan keras terdengar di Tel Aviv, Herzilya, dan Petah Tikva, seperti yang dilaporkan oleh media Israel

Kemudian, pesawat tak berawak lainnya mencapai pemukiman kota Bat Yam di selatan Tel Aviv

Masih belum jelas apakah pasukan pendudukan Israel berhasil mencegat drone ini, namun rekaman yang beredar dari putaran pertama serangan menunjukkan ledakan besar di ketinggian rendah di daerah Gush Dan. 

Sirene berbunyi di Bat Yam pada pukul 2:53 pagi, di mana beberapa pesawat tempur dan helikopter dikerahkan untuk mencari kawanan drone yang datang. 

Kelompok Houthi menyampaikan klaim serupa pada Rabu (2/10) waktu setempat, dengan menyebut pasukannya menembakkan sejumlah rudal jelajah ke wilayah Israel, menyusul rentetan serangan Iran semalam sebelumnya.

 

Baca juga: VIDEO - Rudal Houthi Kembali Sasar Tel Aviv Pasca Serangan Besar Iran! Jet Tempur Israel Dikerahkan

Sebelumnya pada hari Rabu , Pasukan Roket Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) menyerang lokasi militer jauh ke dalam entitas pendudukan Israel menggunakan tiga rudal jelajah Quds-5 yang berhasil mencapai targetnya, juru bicara YAF Brigadir Jenderal Yahya Saree mengumumkan.

Saree menegaskan bahwa otoritas pendudukan Israel tetap bungkam mengenai hasil operasi terbaru itu, dan menambahkan bahwa operasi itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina dan Lebanon serta solidaritas dengan Perlawanan mereka.

Ia menyampaikan ucapan selamat dari YAF atas Operasi Janji Sejati 2 Iran terhadap entitas pendudukan Israel dan menegaskan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam operasi militer gabungan apa pun dalam mendukung rakyat Palestina dan Lebanon, serta sebagai tanggapan terhadap agresi Israel apa pun yang menargetkan front dukungan.

Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa dukungan berkelanjutan Amerika dan Inggris terhadap "Israel" menempatkan kepentingan AS dan Inggris di kawasan tersebut dalam bahaya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa YAF tidak akan ragu untuk memperluas operasi militer mereka terhadap "Israel" dan mereka yang mendukungnya sampai agresi di Gaza berhenti, blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza dicabut, dan agresi di Lebanon diakhiri.

 

Pekan lalu, Houthi mengklaim telah menembakkan rudal ke arah Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv.

Rudal Houthi itu memicu serangan balasan dari Israel ke wilayah Yaman, termasuk di pelabuhan penting Hodeidah.

 

Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang dilanda perang sipil selama satu dekade, merupakan bagian dari "Poros Perlawanan", aliansi yang mendukung Iran dan menentang Israel juga Amerika Serikat (AS).

Selain Houthi, aliansi tersebut juga mencakup Hamas di Jalur Gaza, Hizbullah di Lebanon dan milisi pro-Teheran di Irak juga Suriah.

Sejak November lalu, kelompok Houthi melancarkan rentetan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di lepas pantai Yaman di Laut Merah dan Teluk Aden.

Mereka mengklaim serangan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang terus digempur Israel dalam perang di Jalur Gaza.

Baca juga: Tekan Laka Lantas, Polres Aceh Tamiang Sebarkan Brosur ke Pengendara dan Pelajar

Baca juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Sebut Iron Dome Israel Lebih Rapuh daripada Kaca

Baca juga: Mahasiswa di Lampung Pamer Alat Kelamin kepada Kasir Minimarket, Pelaku Berdalih Tidak Sadar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved