Selasa, 5 Mei 2026

Banda Aceh

Kapolresta Banda Aceh Imbau Kos dan Rumah Pasang CCTV, Lapor Segera Bila Melihat Tindak Kejahatan

"Mengunci kendaraan dengan kunci ganda, memastikan rumah dan kamar terkunci dengan aman saat ditinggalkan, bila perlu titip

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli. 

"Mengunci kendaraan dengan kunci ganda, memastikan rumah dan kamar terkunci dengan aman saat ditinggalkan, bila perlu titip

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasi Humas, Ipda Trisna Zunaidi, mengimbau pengelola kos atau pemilik rumah hunian agar senantiasa mewaspadai setiap kondisi sebagai upaya dari pencegahan kejahatan.

"Di antaranya dengan memasang CCTV dan menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar, sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih komprehensif," kata Ipda Trisna kepada Serambinews.com, Senin (21/10/2024).

Dikatakannya, bila melihat atau mencurigai hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan sekitar, diimbau agar segera menghubungi aparat desa sempat, Bhabinkamtibmas atau menghubungi WA Curhat Kapolresta Banda Aceh melalui nomor kontak 082316851998.

Kasi Humas Polresta Banda Aceh itu juga berpesan bagi mahasiswa atau penghuni kos selalu pastikan keamanan dan keselamatan diri serta huniannya.

"Mengunci kendaraan dengan kunci ganda, memastikan rumah dan kamar terkunci dengan aman saat ditinggalkan, bila perlu titip atau berpamitan dengan tetangga saat akan meninggalkan hunian, sehingga upaya pencegahan lebih terjaga," ucap Ipda Trisna.

Meski demikian, dia menyampaikan tidak perlu khawatir berlebih dan tetap beraktivitas sebagaimana biasa.

"Selalu waspada dan peduli dengan sesama, jika ada yang mencurigakan segera laporkan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, salah seorang mahasiswa asal Aceh Barat, Dihaul (20) diduga menjadi korban pembunuhan di rumah kos yang ditempati korban, Lr Cendana V, Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (19/10/2024) lalu.

Interogasi awal yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh mendapati, motif ekonomi dan kesulitan finansial menjadi alasan pelaku berinisial ZU membunuh korban.

 Lantaran tak memiliki uang untuk pulang kampung, pelaku berencana mencuri handphone milik korban dan menggadaikannya. (*)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved