Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Timur

96 Imigran Rohingya Mendarat di Aceh Timur, Kapal Pengangkut Kabur Tak Berjejak

Pantauan Serambi, keenam imigran Rohingya yang sudah meninggal jenazahnya diangkut dengan dua ambulans untuk dibawa ke masjid Gampong Asan untuk diman

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Jenazah Rohingya yang meninggal usai dimandikan dan akan dimakamkan di Meunasah Asan, Kamis (31/10/2024). 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebanyak 96 imigran Rohingya mendarat di pantai Gampong Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (31/10/2024) sekitar pukul 04.00.  Namun, kapal yang mengangkut mereka hilang tak berjejak. Para imigran dalam kondisi sangat lelah. Sebanyak 6 orang di antaranya ditemukan sudah meninggal dunia.

Camat Kecamatan Madat Iswandi menerangkan, 96 Imigran itu mendarat pada pukul 04.00 WIB. Tidak ada kapal atau boat yang ditemukan warga saat mereka menuju ke daratan. "Kemudian mereka mengatakan bahwa ada enam orang yang tenggelam di laut, kemudian pihak BPBD dan kepolisian melakukan pencarian, awalnya yang ditemukan dua orang dan kemudian menemukan empat orang lainnya," tuturnya.  Kemungkinan kapal pengangkut itu kabur untuk menghindari aparat penegak hukum.

Ia menerangkan bahwa dari 96 orang itu , 6 orang meninggal dunia di laut. Sebanyak 7 orang merupakan anak-anak, 37 laki-laki, dan 46 perempuan. Setelah dikumpulkan, dilakukan pengecekan kesehatan dan pendataan identitas untuk didata lebih lanjut.

Pantauan Serambi, keenam imigran Rohingya yang sudah meninggal jenazahnya diangkut dengan dua ambulans untuk dibawa ke masjid Gampong Asan untuk dimandikan. Masyarakat Gampong Meunasah Asan antusias membantu menyiapkan kain kafan dan memandikan jenazah imigran tersebut. 

Keuchik Gampong Meunasah Asan Bakhtiar menjelaskan bahwa setelah dishalatkan kedua jenazah itu akan dimakamkan di pemakanan umum. 

Ari Nainggolan, perwakilan UNHCR wilayah Aceh menerangkan bahwa ke-90 imigran Rohingya tersebut akan dipindahkan ke tempat penampungan sementara di Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur. Mereka disatukan dengan imigran Rohingya yang mendarat di Kuala Parek, beberapa bulan silam. 

"Dari pemerintah daerah katanya mereka dipindahkan ke Seuneubok Rawang, karena di situ sudah ada tempat penampungan dan ada imigran Rohingya sebelumnya," tutur Ari.  Namun saat ditanya tentang identitas dan asal-usul  imigran itu,  Ari menerangkan pihaknya belum mendapatkan data keseluruhan.(f)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved