Berita Banda Aceh

BPMA dan Ahli Perminyakan Abu Dhabi Bahas Perminyakan Aceh

Dadan Kusdiana mengapresiasi kehadiran BPMA pada forum ADIPEC 2024 dan berharap nantinya output yang didapat mampu memajukan industri

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
BAHAS MIGAS - Delegasi Badan Pengelola Minyak Aceh (BPMA) saat bertemudengan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia atau IATMI Abu Dhabi untuk membahas dunia migas Aceh di Kompleks Kedutaan Besar Indonesia untuk Abu Dhabi, Rabu (6/11/2024). 

Dadan Kusdiana mengapresiasi kehadiran BPMA pada forum ADIPEC 2024 dan berharap nantinya output yang didapat mampu memajukan industri

SERAMBINEWS.COM, ABU DHABI - Delegasi Badan Pengelola Minyak Aceh (BPMA) melakukan pertemuan dengan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia atau IATMI Abu Dhabi di Kompleks Kedutaan Besar Indonesia untuk Abu Dhabi, Rabu (6/11/2024).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Plt Dirjen Kementerian ESDM RI, Dr Ir Dadan Kusdiana, M.Sc. dan Penasehat Khusus Menteri ESDM RI, Nanang Abdul Manaf.

Dalam kesempatan itu, Dadan Kusdiana mengapresiasi kehadiran BPMA pada forum ADIPEC 2024 dan berharap nantinya output yang didapat mampu memajukan industri migas di Aceh guna mengoptimalkan kontribusi bagi negeri. 

Katanya, Indonesia memiliki potensi pengembangan migas pada lapangan non konvensional. North Sumatera Basin adalah salah satu cekungan yang berada di Aceh yang sudah dilakukan studi untuk pengembangan lapangan non konvensional tersebut. 

“Membangun komunikasi dan koordinasi dengan pelaku migas dunia merupakan salah satu upaya dalam menarik minat para investor dalam melakukan pengembangan Potensi migas di Aceh. Potensi migas Aceh masih sangat besar dan layak untuk dieksplorasi,” jelas Kepala BPMA, Teuku Mohammad Faisal

Dalam sesi diskusi tersebut turut dibahas pengembangan potensi Carbon Capture Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS), yang menjadi pembicaraan menarik karena ada beberapa investor yang menyatakan minat berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, Pengurus IATMI Arab Saudi dan Amerika Serikat juga berbagi pengalaman tentang keberhasilan inisiatif dan produksi dari lapangan non konvensional. Pertemuan ini diakhiri dengan kesimpulan bahwa IATMI Uni Emirat Arab akan mendatangkan investor untuk mengembangkan Industri migas di Indonesia.(mun)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved