Jumat, 5 Juni 2026

Ini 5 Alasan Pria Mudah Melakukan KDRT kepada Wanita, dr Boyke : Tetap Tidak Bisa Dibenarkan 

 Apapun alasanya, bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak bisa dibenarkan baik dilakukan oleh pria ataupun perempuan.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Boykepedia
dr boyke 

SERAMBINEWS.COM -  Apapun alasanya, bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak bisa dibenarkan baik dilakukan oleh pria maupun wanita.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mudah melakukan KDRT menurut seksolog dr Boyke.

Umumnya, korban KDRT kerap dialami oleh kaum perempuan dan yang menjadi pelaku KDRT adalah suaminya sendiri.

Mirisnya, korban KDRT enggan melaporkan kejadian tersebut lantaran mempertimbangkan banyak hal termasuk menjaga 'aib suami' atau 'air rumah tangga'.

Terkait hal ini, seksolog dr Boyke Dian Nugraha mengungkap alasan mengapa seorang pelaku mudah melakukan KDRT hingga apa yang harus dilakukan korban KDRT saat mendapat tindak kekerasan. 

Dilansir Serambinews.com dari kanal YoTube AH, Selasa (11/11/2024) seksolog dr Boyke mengungkap beberapa faktor yang menjadi penyebab seorang laki-laki melakukan KDRT pada pasangannya, satu diantaranya karena 'luka masa lalu' yang meliputi : 

Baca juga: Berapa Usia Kehamilan Bisa Mengetahui Jenis Kelamin Janin via USG? Ini Jawaban dr Boyke Dian Nugraha

  1. Tidak memiliki keluarga yang harmonis
  2. Sering mendapat kekerasan dari orang tuanya semasa kecil
  3. Sering melihat orang tuanya dipukul
  4. Menjadi korban bully
  5. Orang tua selingkuh

Faktor-faktor tersebut secara tidak langsung membuat dirinya merasa minder dan lama kelamaan akan membentuk mental pelaku KDRT, sikap ini semakin terlihat ketika dia sudah menikah.

Baca juga: Polusi Udara Juga Berdampak Terhadap Kesuburan Pria Wanita Hingga Mandul, Begini Anjuran dr Boyke

"Pelaku KDRT disebabkan karena keluarga yang asal-usulnya yang tidak terlalu harmonis, dulunya sering dipukul oleh orang tuanya, dibully oleh temen-temennya, ketika masih kecil kemudian menjadi anak yang minder, orang tua selingkuh kemudian dia melihat ibunya dipukul oleh bapaknya itu bisa menjadi faktor," ujar dr Boyke

KDRT di dalam rumah tangga biasanya tindakan tersebut akan semakin intens, misalnya dimulai dari hal-hal kecil seperti adu mulut, berlanjut kekerasan seperti dipukul hingga berisiko menghilangkan nyawa. 

Jika Mendapat KDRT, Istri Harus Bagaimana?

Menyikapi banyaknya kasus KDRT saat ini, dr Boyke mengimbau para wanita untuk tidak mudah diam ketika kasus ini menimpa rumah tangga anda. 

Mirisnya, saat ini ada banyak korban KDRT tidak melaporkan kejadian tersebut dengan berdalih alasan menjaga aib suami, memikirkan nasib sang anak ke depannya hingga takut tidak ada rezeki karena tidak bekerja.

Dr Boyke tidak membenarkan hal itu, justru ketika anda menjadi korban KDRT, mulailah berbicara dan melaporkan pelaku KDRT.  

KDRT sendiri termasuk perilaku keriminal yang bisa dilaporkan kapan saja dan sangat mengancam nyawa.

"Yang namanya perempuan harus berani speak up, ini kriminal bukan aib bahkan ada yang bisa sampai mati, ini bukan aib dan dia harus melindungi diri apalagi si laki-laki sampai mukul anak di depan anak udah gila dia," tegas dr Boyke

Di sisi lain, dr Boyke mengatakan untuk para istri penting sekali mandiri secara finansial seperti memiliki usaha di rumah, usaha online dan masih banyak lagi.

Menurutnya, cara ini dapat membuat laki-laki tidak semena-mena kepada wanita. Jika pun suatu saat terjadi KDRT, anda bisa langsung minta cerai dan tidak khawatir lagi soal keuangan ke depannya. 

Terakhir, dr Boyke menyarankan, jika anda menjadi korban KDRT, sebaiknya jangan tinggal diam, mulailah berani speak up dan meminta pertolongan ke psikolog.

(Serambinews.com/Firdha Usin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved