Suara Parlemen

Azhari Cage Apresiasi Kerja Tim Pengendalian Penyakit Brucellosis Aceh

Anggota DPD RI perwakilan Aceh, Azhari Cage, memberikan apresiasi kepada tim pengendalian penyakit brucellosis atas usaha mereka

|
Penulis: Fikar W Eda | Editor: IKL
Ist
Azhari Cage Apresiasi Kerja Tim Pengendalian Penyakit Brucellosis Aceh 

Laporan Fikar W.Eda/Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH - Anggota DPD RI perwakilan Aceh, Azhari Cage, Kamis (14/11/2024) memberikan apresiasi kepada tim pengendalian penyakit brucellosis atas usaha mereka dalam mengendalikan penyebaran penyakit zoonosis yang berpotensi menular dari ternak ke manusia. 

Penyakit brucellosis, yang dapat berdampak serius pada kesehatan manusia dan hewan, menjadi perhatian utama Cage yang meminta pemerintah Aceh untuk mengambil langkah-langkah strategis agar Aceh segera bebas dari penyakit ini. 

Hal ini penting mengingat Aceh merupakan salah satu lumbung ternak nasional dengan potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan.

Dalam kunjungannya ke lapangan, Cage bertemu dengan tim pengendalian penyakit brucellosis, memberikan semangat, dan menekankan pentingnya usaha mereka demi kesejahteraan peternak dan keamanan masyarakat. 

Cage juga menyatakan bahwa sekembalinya ke Jakarta, ia akan memperjuangkan agar Aceh memperoleh prioritas dalam Program Strategis Nasional terkait swasembada pangan, sejalan dengan visi Asta Cita Prabowo-Gibran. 

Cage berharap Aceh siap mandiri dalam pangan dan mampu mendukung program "Makan Bergizi Gratis" yang diinisiasi oleh Presiden, khususnya melalui swasembada telur, daging, dan produk peternakan lainnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Pengendalian Penyakit Brucellosis, drh Nuri Assirri, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencapai status Aceh Bebas Brucellosis pada 2026, dengan fokus awal di Kabupaten Aceh Utara.

Selama enam hari, tim yang berjumlah enam orang akan mengambil ratusan sampel dari ternak yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Utara.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, ST, M.Si, juga telah memerintahkan tim untuk mengintensifkan pengawasan di berbagai kabupaten/kota di Aceh guna mempercepat pembebasan Aceh dari brucellosis. 

Menurut Zalsufran, keberhasilan ini akan berdampak besar pada peningkatan produksi dan populasi ternak serta melindungi masyarakat dari risiko infeksi.

Drh Nuri Assirri, yang akrab disapa Ceknu, turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengendalian penyakit hewan menular ini. 

Brucellosis memiliki dampak ekonomi yang signifikan, seperti penurunan produksi susu, daging, serta berkurangnya populasi ternak. 

Gejala penyakit ini pada ternak mencakup keguguran di atas usia kebuntingan enam bulan, radang testis dan persendian pada jantan, serta infeksi yang bisa menjadi kronis. 

Penyebaran terjadi melalui kontak langsung, makanan, atau selaput lendir, sementara penularan ke manusia bisa terjadi saat menangani ternak tanpa perlindungan atau mengonsumsi produk yang terkontaminasi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved