Breaking News
Senin, 18 Mei 2026

Video

VIDEO Ribuan Tentara IDF Digerogoti Penyakit Mental, Angka Bunuh Diri Meningkat

Media Israel, Yedioth Ahronoth menyoroti kondisi psikologis  personel tentara Israel (IDF) yang kian rapuh dan menderita gangguan mental.

Tayang:
Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Media Israel, Yedioth Ahronoth menyoroti kondisi psikologis  personel tentara Israel (IDF) yang kian rapuh dan menderita gangguan mental berupa gangguan stres pasca-trauma (PTSD) akibat perang di Jalur Gaza dan Lebanon.

Dalam laporkan, media tersebut menyebut terjadi peningkatan kasus bunuh diri di kalangan personel IDF sebagai dampak trauma psikologis perang yang berlangsung.

Laporan tersebut Sabtu, (23/11/2024), menyebutkan setidaknya ada enam tentara Israel melakukan bunuh diri dalam beberapa bulan terakhir.

Surat kabar tersebut melaporkan kalau personel IDF  yang melakukan bunuh diri termasuk di antara mereka yang bertempur dalam waktu lama di Gaza dan Lebanon.

Laporan menekankan kalau jumlah yang terpublikasi tersebut tidak mencerminkan kenyataan yang terjadi secara rinci.

Menurut Yedioth Ahronoth, tentara Israel berjanji untuk mempublikasikan data tersebut pada akhir tahun.

Media tersebut menggarisbawahi kalau tren ini menunjukkan kalau paparan kekejaman, kelelahan, dan kondisi yang keras dalam perang mendorong banyak personel IDF ke ambang kehancuran mental dan psikis.

Laporan tersebut juga mengatakan kalau ribuan tentara IDF telah melapor ke klinik khusus yang didirikan oleh tentara Israel.

Laporan menambahkan bahwa sepertiga dari tentara penyandang disabilitas karena perang mengaku menderita gangguan stres pasca-trauma.

Menurut banyak kesaksian dari hasil wawancara yang didapat surat kabar Israel tersebut, hampir setiap unit yang berperang di Gaza atau Lebanon memiliki sejumlah besar pejuang yang didemobilisasi karena alasan mental.

Laporan menambahkan kalau banyak tentara IDF yang ingin meninggalkan perang justru menghadapi kesulitan dari  pimpinan dan otoritas kesehatan mental Israel.

Dipersulitnya permohonan untuk mundur dari perang ini dikarenakan Israel tengah dihadapkan pada kondisikekurangan jumlah tentara.

Media-media internasional sebelumnya menyoroti gangguan psikologis yang diderita tentara Israel, setelah ulasan surat kabar Israel The Jerusalem Post melaporkan kalau muncul lebih banyak kasus bunuh diri dan komplikasi pasca-trauma tercatat di antara tentara IDF yang kembali dari pertempuran di Gaza.

Surat kabar tersebut melaporkan kisah-kisah yang menggambarkan kengerian yang dialami tentara Israel di Gaza, dan menyatakan bahwa mereka yang selamat dari kematian takut dipanggil untuk berperang lagi ketika perang meluas hingga ke Lebanon.

Menurut Kantor Reintegrasi Kementerian Pertahanan Israel, dan apa yang dilaporkan oleh media elektronik The Times of Israel, sekitar 5.200 tentara Israel, atau 43 persen dari korban luka yang diterima di pusat rehabilitasi, menderita stres pasca-trauma.(*)

VO: Siti Masyithah
EV: Muhammad Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved