Minggu, 26 April 2026

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Panen Jagung di Lamteuba, Imbau Warga Manfaatkan Lahan Telantar

“Alhamdulillah, pagi ini, kita melakukan panen perdana jagung manis, sebagai bentuk dukungan terwujudnya gerakan ketahanan pangan...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM bersama Kadis Pertanian Aceh Besar, M Jafar SP melakukan panen perdana jagung hybrida jenis jagung manis (sweet corn) pada salah satu lahan rakyat di kawasan Lamteuba Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Jumat (29/11/2024). 

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM bersama Kadis Pertanian Aceh Besar, M Jafar SP melakukan panen perdana jagung hybrida jenis jagung manis (sweet corn) pada salah satu lahan rakyat di kawasan Lamteuba Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Jumat (29/11/2024). Potensi hasil jagung manis di Aceh Besar mencapai 15-20 ton per hektar.

“Alhamdulillah, pagi ini, kita melakukan panen perdana jagung manis, sebagai bentuk dukungan terwujudnya gerakan ketahanan pangan dan memperbaiki kesejahteraan petani,” kata Iswanto.

Panen jagung manis itu dilaksanakan pada lahan yang sebelumnya telantar, namun kini dikelola dengan metode diversifikasi, paduan hortikultura dengan lahan pangan. Bahkan juga ada lahan untuk pemeliharaan ternak secara alam.

Pola lahan terpadu itu, membuat kemandirian petani semakin terjamin, karena adanya pemasukan secara rutin kepada pemilik lahan. “Inilah konsep petani mandiri, dengan memanfaatkan lahan secara maksimal, sesuai dengan tingkat ketersediaan areal dan kemampuan dalam menyerap konsep pertanian terpadu dan berkelanjutan,” kata Iswanto yang didampingi oleh M Jafar.

Ditambahkan, konsep itu secara langsung terkait dengan gerakan ketahanan pangan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil, terutama terkait harga harga bako (bahan pokok) yang masih fluktuatif. Konsep bertani secara diversifikasi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan harian, serta juga menguatkan ketahanan ekonomi rumah tangga, karena hasilnya bisa dipasarkan ke tengah masyarakat konsumen.

Iswanto mengimbau agar warga Aceh Besar yang memiliki lahan kosong atau telantar, baik di kebun atau malah lahan pekarangan  yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, agar ditanami dengan komoditi tanaman hortikultura (sayur mayur), tanaman pangan yang jangka panennya singkat dan potensi pasarnya kuat.

“Jika lahan itu memungkinkan, bisa saja dengan kombinasi mina padi atau mina ternak, yaitu memadukan lahan pertanian padi dengan ikan atau malah peternakan dengan ikan. Konsep ini telah dilakukan pada daerah lain, dengan potensi keekonomian yang tinggi,” tandas Iswanto.(rel/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved