Sopir Angkutan Sembako Mogok
ASDP Siapkan Solusi atas Masukan DPRK Sabang
"Penerapan sistem online ini adalah amanat Gubernur Aceh kepada ASDP. Dalam rapat tadi, ada usulan agar sistem ini ditunda atau...
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM,SABANG – General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Rudi B. Hanafiah, menyatakan akan mempertimbangkan masukan dari DPRK Sabang dan masyarakat terkait penerapan sistem tiket online untuk rute penyeberangan Sabang–Banda Aceh. Kebijakan ini, yang merupakan amanat Gubernur Aceh, sedang dievaluasi untuk memastikan tidak menimbulkan kendala bagi masyarakat.
"Penerapan sistem online ini adalah amanat Gubernur Aceh kepada ASDP. Dalam rapat tadi, ada usulan agar sistem ini ditunda atau dibuat solusi kompromi, misalnya sebagian tiket tetap manual. Semua masukan ini akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan manajemen pusat ASDP dan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh," ujar Rudi, Senin (2/12/2024).
Menurut Rudi, sistem tiket online bertujuan mengendalikan jumlah kendaraan, terutama pada masa padat seperti liburan. Namun, ia menegaskan bahwa penerapannya masih fleksibel.
"Untuk kendaraan, tiket online sudah diarahkan menjadi wajib. Tetapi untuk penumpang, sistem ini masih opsional. Penumpang dapat memilih membeli tiket online atau langsung di lokasi (go-show)," jelasnya.
Meski demikian, Rudi mengakui penerapan sistem baru ini memerlukan adaptasi baik dari masyarakat maupun pengelola. Oleh karena itu, ASDP akan mengkaji lebih jauh agar kebijakan ini tidak menyulitkan masyarakat, khususnya warga Sabang yang bergantung pada layanan penyeberangan.
Dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, DPRK Sabang menyarankan agar sistem tiket online tidak diterapkan sepenuhnya. Mereka mengusulkan opsi kombinasi antara tiket manual dan online untuk mengakomodasi masyarakat yang belum terbiasa dengan digitalisasi.
"Kami berharap ASDP dapat menemukan solusi terbaik yang tidak membebani masyarakat, terutama yang kurang paham teknologi," kata salah satu anggota DPRK Sabang.
Rudi memastikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kebijakan ini bersama manajemen pusat ASDP dan Dinas Perhubungan Aceh.
"Kami akan mencari jalan tengah yang dapat diterima semua pihak dan memastikan kelancaran transportasi antara Sabang dan Banda Aceh," tutupnya.
Dengan masukan yang konstruktif dari DPRK dan masyarakat, diharapkan penerapan sistem tiket online dapat berjalan tanpa menimbulkan kesulitan bagi pengguna jasa.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.