Internasional
Barat Ketar Ketir, Iran Lakukan Percepataan Pengayaan Uranium Dekati Tingkat Bom Nuklir
Percepatan pengayaan uranium oleh Iran, yang kini mendekati tingkat yang diperlukan untuk senjata nuklir, dianggap sebagai langkah yang sangat serius
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM- Percepatan pengayaan uranium oleh Iran, yang kini mendekati tingkat yang diperlukan untuk senjata nuklir, dianggap sebagai langkah yang sangat serius dan tidak memiliki pembenaran sipil, menurut sumber diplomatik Barat pada hari Sabtu (8/12/2024).
Sumber tersebut menyatakan bahwa langkah ini bertentangan dengan pernyataan Iran yang sebelumnya mengklaim ingin melanjutkan negosiasi nuklir yang kredibel dengan komunitas internasional.
Badan Pengawas Nuklir (the International Atomic Energy Agency/IAEA) mengonfirmasi dalam laporan rahasia yang ditujukan untuk negara-negara anggota bahwa Iran sedang mempercepat pengayaan uranium, sebuah proses yang memurnikan bahan mentah untuk digunakan sebagai bahan bakar dalam pembangkit listrik tenaga nuklir sipil atau, berpotensi, untuk menjadi senjata nuklir.
Pengayaan uranium ini dilakukan untuk mencapai kemurnian hingga 60 persen, yang mendekati sekitar 90 persen yang diperlukan untuk senjata nuklir, sebuah level yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengayaan yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir sipil.
Sumber diplomatik Barat tersebut, yang berbicara secara anonim, menegaskan bahwa langkah-langkah Iran ini tidak memiliki alasan sipil yang sah dan dapat langsung mempercepat program nuklir militer jika Iran memutuskan untuk melanjutkannya.
Dalam hal ini, pengayaan uranium ke tingkat yang lebih tinggi sangat mengkhawatirkan, karena uranium dengan kemurnian tinggi (sekitar 90 persen ) digunakan untuk membuat bahan bakar senjata nuklir.
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengungkapkan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa Iran kini tengah mempercepat pengayaan uranium hingga mencapai kemurnian 60 % .
Angka ini mendekati 90 % yang dibutuhkan untuk bahan bakar nuklir militer. Pengayaan pada tingkat ini merupakan sinyal yang kuat bahwa Iran dapat dengan mudah mengembangkan senjata nuklir jika mereka memutuskan untuk melakukannya.
Pada saat yang sama, IAEA mengonfirmasi dalam laporan rahasia kepada negara-negara anggotanya bahwa percepatan pengayaan ini memang sedang berlangsung. Proses pengayaan ini menyaring bahan mentah uranium sehingga dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir sipil atau, jika diperlukan, dapat dimanfaatkan untuk membuat senjata nuklir.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan pada hari Sabtu (7/12/2024) bahwa program nuklir Iran dijalankan sepenuhnya dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tetap berada di bawah pengawasan IAEA yang ketat.
Baghaei menegaskan bahwa program nuklir Iran dilakukan secara transparan dan bahwa semua kegiatan pengayaan dan informasi terkait telah diberikan secara rinci kepada IAEA untuk dipantau terus-menerus.
Pemerintah Iran juga mengklaim bahwa mereka terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan IAEA dan bahwa pengawasan internasional terhadap program nuklir mereka berjalan dengan lancar.
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fasilitas-teknologi-nuklir-iran-di-teheran.jpg)