Rabu, 6 Mei 2026

Internasional

Diduga Terlibat Dengan Mata-mata Tiongkok, Pangeran Andrew di Sorot Media Inggris

 Pangeran Andrew juga membantah keras tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum atau kebijakan Inggris.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Reuters
Pangeran Andrew, dari Inggris menghadiri kebaktian Hari Natal Keluarga Kerajaan di gereja St. Mary Magdalene, saat keluarga kerajaan menetap di properti Sandringham di Inggris timur, pada 25 Desember 2023. 

SERAMBINEWS.COM- Adik laki-laki Raja Charles yaitu Pangeran Andrew yang kerap terlibat skandal, kembali menjadi sorotan media inggris.

Pangeran Andrew dikaitkan dengan dugaan memiliki hubungan dengan penguasa Tiongkok yang dianggap sebagai mata-mata oleh pemerintah Inggris.

Pada minggu lalu, Yang Tengbo, seorang pengusaha asal China yang memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Andrew, membantah tuduhan yang menyebutnya sebagai agen mata-mata China.

 Yang, yang sebelumnya dikenal sebagai "teman dekat" Pangeran Andrew, mengatakan bahwa ia tidak melakukan kesalahan atau tindakan yang melanggar hukum.

 Ia juga membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya sebagai "mata-mata" China, menyebutnya sebagai "tidak benar sama sekali."

Pernyataan ini disampaikan setelah Yang disebut dalam pengadilan Inggris sebagai seorang agen yang dicurigai oleh pihak berwenang Inggris.

Yang, yang sebelumnya diberikan anonimitas dalam proses hukum yang berlangsung di Komisi Banding Imigrasi Khusus Inggris (SIAC), akhirnya mengungkapkan identitasnya pada hari Senin (16/12/2024)  untuk menanggapi tuduhan tersebut.

Pengadilan SIAC sebelumnya menilai Yang sebagai seorang "teman dekat" Pangeran Andrew, dan melalui keputusan tersebut, hubungan mereka akhirnya terungkap ke publik.

 Dalam pernyataannya, Yang mengatakan bahwa tuduhan yang diajukan oleh Departemen Dalam Negeri Inggris (Home Office) terhadap dirinya tidak berdasar.

Pencabutan anonimitas Yang juga disebabkan oleh insiden yang terjadi pada Februari 2023, ketika ia dilarang memasuki Inggris setelah dikeluarkan dari penerbangan dari Beijing menuju London.

Ketika itu, Yang diberitahu bahwa Inggris berniat untuk melarangnya memasuki negara tersebut karena alasan keamanan nasional.

 Beberapa bulan kemudian, SIAC menanggapi masalah tersebut dengan menolak banding Yang terhadap larangan tersebut, yang didasari oleh tuduhan bahwa Yang terlibat dalam kegiatan yang dianggap merugikan keamanan Inggris.

Menurut surat yang dikutip dalam putusan SIAC, Departemen Dalam Negeri Inggris meyakini bahwa Yang terlibat dalam "kegiatan tersembunyi dan menipu" yang diduga dilakukan atas nama Departemen Pekerjaan Front Persatuan (UFWD), yang merupakan bagian dari Partai Komunis China.

 Selain itu, Yang juga dianggap terlibat dalam upaya yang berhubungan dengan China untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri Inggris melalui berbagai saluran yang tidak terbuka.

Yang dilaporkan telah memiliki hubungan yang sangat erat dengan Pangeran Andrew, yang menjadi sorotan dalam pengadilan tersebut.

 Yang dan Pangeran Andrew dikatakan memiliki hubungan yang cukup dekat, dengan Yang bahkan dipercaya oleh Pangeran Andrew untuk membantu mendirikan inisiatif keuangan internasional guna berhubungan dengan mitra dan investor potensial di China. Namun, pengadilan tidak mengungkapkan secara rinci tujuan dari dana tersebut.

Pangeran Andrew, adik dari Raja Charles, merespons tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan Yang dengan mengeluarkan pernyataan pada hari Jumat. Dalam pernyataannya, Pangeran Andrew menegaskan bahwa ia telah "menghentikan semua kontak" dengan Yang setelah tuduhan tersebut muncul.

 Pangeran Andrew juga membantah keras tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum atau kebijakan Inggris.

Sementara itu, tanggapan dari pemerintah China juga datang dengan cepat. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa China selalu bersikap terbuka dan transparan dalam hubungan internasionalnya, dan bahwa tuduhan yang tidak berdasar ini "tidak perlu dibantah."

Pada hari Selasa, kedutaan besar China di London juga mengeluarkan pernyataan yang mendesak Inggris untuk "segera berhenti menciptakan masalah, menghentikan manipulasi politik anti-China, dan menghentikan penghancuran pertukaran personel yang normal antara China dan Inggris."

Kasus ini mengungkapkan ketegangan yang berkembang antara Inggris dan China, yang semakin intensif seiring dengan meningkatnya kekhawatiran Inggris terhadap potensi ancaman terhadap keamanan nasional mereka. Meskipun Yang Tengbo membantah semua tuduhan dan menegaskan bahwa ia tidak bersalah, kasus ini tetap menarik perhatian publik, khususnya terkait dengan hubungan antara individu-individu penting di Inggris dan keterkaitan mereka dengan China. Sementara itu, reaksi Pangeran Andrew yang membatasi hubungannya dengan Yang menunjukkan ketegangan politik yang juga berpengaruh pada hubungan pribadi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved