Rabu, 22 April 2026

Video

VIDEO Houthi dan Perlawanan Islam Irak Gelar Operasi Bersama Melawan Pasukan Israel

Houthi Yaman telah meluncurkan dua operasi gabungan yang ditujukan untuk menyerang pasukan militer Israel (IDF) di wilayah Palestina

Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Angkatan Bersenjata Houthi Yaman telah meluncurkan dua operasi gabungan yang ditujukan untuk menyerang pasukan militer Israel (IDF) di wilayah Palestina yang diduduki.

Salah satu operasi tersebut dilakukan bersama dengan Perlawanan Islam Irak, dengan sasaran penting di selatan wilayah Palestina.

Yahya Saree,  selaku Juru bicara militer Houthi, mengungkapkan bahwa operasi tersebut melibatkan penggunaan drone yang berhasil mencapai targetnya.

Dalam sebuah pernyataan di hadapan ribuan pendukung di Yaman, kami tidak akan ragu untuk menargetkan instalasi vital musuh Israel dan gerakan militer musuh Amerika yang menargetkan Yaman.

Saree menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap eskalasi agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap Yaman.

Ribuan rakyat Yaman juga melanjutkan unjuk rasa mingguan mereka untuk mendukung Gaza, berkumpul di Sanaa pada Jumat lalu.

Mereka menekankan komitmen untuk terus mendukung rakyat Palestina.

Sejak 19 November 2023, Houthi telah menargetkan kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah sebagai upaya untuk menekan Israel agar menghentikan agresi di Jalur Gaza.

Houthi menyatakan bahwa serangan akan terus berlanjut sampai agresi Israel di Gaza dihentikan dan pengepungan dicabut.

Sebagai respons terhadap serangan Houthi, sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, telah membentuk koalisi di Laut Merah untuk menyerang wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.

Koalisi ini bertujuan untuk menekan Houthi agar menghentikan serangan terhadap kapal-kapal terkait Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah kematian warga Palestina telah meningkat menjadi lebih dari 45.206 jiwa, dengan lebih dari 107.512 lainnya terluka sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober 2023.

Di sisi lain, Israel melaporkan 1.147 kematian di wilayahnya akibat serangan yang dilancarkan oleh Hamas.

Israel mengeklaim terdapat 101 sandera yang masih ditahan Hamas di Jalur Gaza setelah pertukaran sandera yang terjadi pada akhir November 2023.(*)


VO: Dara Nazila
EV: Muhammad Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved