Citizen Reporter
Mualem ke Thailand, Sinergi Baru untuk Aceh Maju
Negara ini telah menjadi contoh sukses dalam memadukan tradisi lokal dengan modernitas. Menjadikannya mitra strategis bagi banyak negara di kawasan gl
TEUNGKU JAMAIKA, Tauke Tirom, melaporkan dari Bangkok, Thailand
THAILAND yang dikenal sebagai "Land of Smiles" atau Negeri Senyum, merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan alam yang indah.
Dengan ibu kota Bangkok sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Thailand juga dikenal karena pencapaian luar biasa di bidang pertanian, pariwisata, dan perdagangan internasional.
Negara ini telah menjadi contoh sukses dalam memadukan tradisi lokal dengan modernitas. Menjadikannya mitra strategis bagi banyak negara di kawasan global.
Pada tanggal 18 Desember 2024, di tengah riuh rendah Parlemen Thailand, sebuah pertemuan bersejarah berlangsung. Muzakir Manaf atau Mualem, gubernur Aceh yang baru terpilih, bersama dengan Ketua Parlemen Thailand, Wan Muhamad Noor Matha, mengadakan diskusi yang penuh harapan dan potensi bagi masa depan Aceh.
Pertemuan ini tidak hanya sekadar kunjungan diplomatik, tetapi sebuah inisiatif strategis untuk membuka jalan menuju kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Aceh dan Thailand.
Sambutan Parlemen Thailand
Ketika Mualem dan rombongan memasuki ruang rapat Parlemen Thailand, kami disambut dengan hangat oleh Wan Muhamad Noor Matha. Dalam sambutannya, Ketua Parlemen Thailand itu menyatakan kegembiraannya atas terpilihnya Mualem sebagai Gubernur Aceh 2025-2030.
“Senang, gembira, dan suka hati Mualem jadi gubernur untuk majukan Aceh ke depan,” ujar Wan Muhamad Noor dengan penuh antusias.
Kedua pemimpin ini memiliki visi yang sama tentang pentingnya memperkuat hubungan antara Aceh dan Thailand. Mereka melihat banyak kesamaan antara Pattani dan Aceh, baik dari segi budaya maupun sejarah. Keduanya sering disebut sebagai Serambi Makkah, yang menunjukkan betapa dekatnya hubungan kedua wilayah ini.
Wan Muhamad Noor juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua wilayah ini dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan sosial. Ia menyatakan bahwa hubungan yang erat antara Aceh dan Thailand dapat membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak.
“Pattani dan Aceh memiliki banyak kesamaan, baik dari segi budaya maupun sejarah. Kita harus memanfaatkan kesamaan ini untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antara kedua wilayah,” tambahnya.
Sambutan hangat dan penuh semangat dari Ketua Parlemen Thailand ini memberikan harapan baru bagi Aceh. Dengan dukungan dan kerja sama dari Thailand, diharapkan Aceh dapat bangkit dan berkembang lebih pesat di masa depan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun hubungan yang lebih erat dan saling menguntungkan antara Aceh dan Thailand.
Dalam pertemuan itu, Mualem didampingi oleh beberapa tokoh penting Aceh, seperti Teungku Jamaika, Mahmud, Munawar Khalil SIP, Jamaluddin SH, MKn, Teuku Irsyadi, Samsuar SE, (Wan Malaya), Zainal, dan Mawardi.
Mereka bersama-sama menyampaikan harapan agar Thailand bisa membantu Aceh dalam pembangunan ekonomi yang lebih baik.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua wilayah dan membawa Aceh menuju masa depan yang lebih cerah. Harapan besar disematkan pada upaya Mualem dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk membangun kembali Aceh pascabencana dan konflik.
Mualem, dalam pidatonya, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam mencapai tujuan bersama. “Aceh tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan bimbingan dan bantuan dari sahabat-sahabat kita, seperti Thailand, untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyat Aceh,” katanya penuh semangat.
Mualem, dengan nada penuh harap, mengungkapkan, “Aceh pada 20 tahun yang lalu terjadi tsunami dan peperangan, banyak tokoh kami gugur. Jika berkenan, mohon membimbing kamidalam membangun ekonomi yang lebih maju.”
Permintaan ini disambut baik oleh Wan Muhamad Noor dengan menyatakan kesiapan Thailand untuk membantu Aceh, terutama dalam bidang pertanian.
Wan Muhamad Noor Matha menyebutkan bahwa Thailand memiliki banyak pengalaman dalam mengelola pertanian dan membangun ekonomi yang stabil.
Ia menyatakan, “Kami mempunyai banyak pengalaman terkait pertanian, jika membutuhkan kami siap membantu. Aceh dan Pattani tidak jauh beda, baik budaya maupun agama, mungkin kami dapat berpartisipasi untuk membantu Aceh.”
Pernyataan ini membuka peluang besar bagi Aceh untuk belajar dari pengalaman Thailand dalam mengelola konflik dan membangun perekonomian yang tangguh. Mualem mengajak investor Thailand untuk melihat peluang investasi di Aceh. Ia mengatakan, “Thailand sukses dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, perekonomian, dan tata ruang, butuh nasihat daripada tuan.”
Di akhir pertemuan, Wan Muhamad Noor Matha menyampaikan harapannya agar kunjungan Mualem ke Thailand membawa kenangan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Ia juga meminta maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan delegasi dari Aceh. “Kalau ada cara menyambut tuan hari ini tak selesa harap beri maaf, karena banyak delegasi yang datang, ada dari Cina dan lainnya, dan semoga balik selamat sampai hajat tujuan rakyat Aceh semuanya,” ucap Wan Muhammad Noor.
Setelah diskusi, Mualem dan rombongan dijamu makan malam oleh pihak Parlemen Thailand. Dalam suasana santai tersebut, Mualem mengutarakan harapannya agar Thailand dapat membuka rute penerbangan langsung ke Banda Aceh.
Ia juga mengundang Wan Muhamad Noor Matha untuk menghadiri pelantikannya sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030 pada tanggal 7 Februari 2025.
Dampaknya bagi Aceh
Pertemuan ini diharapkan membawa dampak positif bagi pembangunan Aceh di masa depan. Dengan adanya kerja sama ekonomi yang erat antara Aceh dan Thailand, diharapkan sektor-sektor penting seperti pertanian, peternakan, dan perikanan di Aceh dapat berkembang pesat.
Selain itu, pengalaman Thailand dalam bidang pertanian juga diharapkan bisa membantu Aceh dalam mengembangkan sektor ini untuk membangun perekonomian masyarakat.
Pertemuan antara Mualem dan Ketua Parlemen Thailand ini adalah langkah awal yang sangat positif bagi Aceh. Melalui kerja sama ekonomi dan belajar dari pengalaman Thailand, Aceh memiliki peluang besar untuk bangkit dan berkembang.
Dengan dukungan dan bimbingan dari Thailand, diharapkan Aceh bisa mengatasi ketertinggalan dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Optimisme dan harapan tinggi menyertai setiap langkah Mualem dalam memimpin Aceh.
Pertemuan ini bukan hanya tentang diplomasi, melainkan juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan Aceh yang lebih baik.
Sinergi baru yang terjalin ini diharapkan akan membawa perubahan positif dan berarti bagi Aceh, menjadikannya wilayah yang maju dan sejahtera.
Potensi dan harapan besar yang muncul dari pertemuan bersejarah ini memberikan gambaran yang jelas tentang masa depan Aceh.
Kita semua berharap bahwa kerja sama ini akan membawa kebaikan dan kemajuan bagi Aceh, serta mempererat hubungan persaudaraan antara Aceh dan Thailand.
Mualem dan timnya telah mengambil langkah penting untuk memastikan bahwa hubungan yang terjalin ini akan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh dan Thailand, membangun jembatan yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah.
Citizen Reporter
Mualem ke Thailand Sinergi Baru untuk Aceh Maju
Penulis CR
Penulis Citizen Reporter
Thailand
TEUNGKU JAMAIKA
Mualem Gubernur Aceh Terpilih
Mualem
Muzakir Manaf
| Bertemu Nazhir Baitul Asyi Keturunan Aceh di Mekkah, Ayo Belajar Wakaf ke Saudi |
|
|---|
| Ketika Haji Menjadi Puncak Pengorbanan yang Sesungguhnya |
|
|---|
| Phuket Destinasi Wisata yang Memanjakan Lidah dan Mata |
|
|---|
| Aceh dalam Bayang Transformasi Asia: Catatan dari Beijing tentang Masa Depan SDM Indonesia |
|
|---|
| Dari Beijing untuk Aceh: Membangun Generasi Masa Depan melalui Perdamaian dan Penguatan SDM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TEUNGKU-JAMAIKA-2025.jpg)