Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Sendimentasi Sungai Meluas, Aceh Tamiang Masih Rawan Banjir

“Penyebab utama banjir di Aceh Tamiang adalah pendangkalan muara, harus ada solusi untuk menormalisasi muara,”

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Dok BPBD
Kondisi muara di Aceh Tamiang dilihat dari udara sudah membentuk dataran luas. Diperlukan kebijakan serius agar daerah ini tidak selalu menjadi langganan banjir. Dok BPBD 

“Penyebab utama banjir di Aceh Tamiang adalah pendangkalan muara, harus ada solusi untuk menormalisasi muara,” 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kabupaten Aceh Tamiang masih bergulat terhadap ancaman banjir di tahun 2025.

Ancaman ini hanya bisa teratasi dengan pengerukan sendimentasi sungai yang semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery menuturkan sepanjang 2024 sudah dilakukan penanggulangan kerusakan tanggul sepanjang 12 Kilometer.

Titik kerusakan ini terpusat di Kecamatan Bendahara dengan cara meninggikan tanggul secara manual.

“Kami melibatkan warga bergotong-royong untuk meninggikan talud dengan tumpukan tanah,” kata Iman Suhery, Kamis (2/1/2025).

Diakuinya pola ini cukup efektif menghalau debit air sungai masuk merendam permukiman.

Namun harus disadari pola ini tidak menjamin bertahan lama selama pendangkalan muara tidak diatasi.

“Penyebab utama banjir di Aceh Tamiang adalah pendangkalan muara, harus ada solusi untuk menormalisasi muara,” ucap pria yang akrab disapa Bayu.

Ia menegaskan pendangkalan muara di Aceh Tamiang sudah sangat parah dan mengkhawatirkan.

Berdasarkan pengukuran melalui foto udara, pendangkalan ini sudah menciptakan daratan baru kurang lebih 170 Hektare.

“Yang dulunya kawasan air, sekarang anak-anak sudah bisa main bola,” ucap Bayu menggambarkan kondisi muara di Kecamatan Bendahara.

Dijelaskannya penanganan daerah aliran sungai merupakan  wewenang provinsi, sehingga dia berharap ada perhatian serius agar daerah paling ujung timur Aceh ini terhindar dari banjir.

Sebagai gambaran, dalam tiga tahun terakhir banjir telah menghancurkan sendi perekonomian dan sosial masyarakat Aceh Tamiang.

“Di tahun 2023 kita mengalami banjir 18 kali, wajar bila masyarakat trauma,” kata Bayu seraya mengatakan masih menunggu data terbaru musibah banjir sepanjang 2024. (mad)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved