Senin, 13 April 2026

Video

VIDEO Bos Rental Mobil Tewas Ditembak Ternyata Asal Aceh, Sempat Minta Bantuan Polisi Tapi Ditolak

Pihaknya sempat meminta pendampingan kepada Polsek Cinangka untuk melacak kendaraan yang disewakan sang ayah, namun permintaan itu ditolak.

Editor: Teuku Fauzan

SERAMBINEWS.COM - Peristiwa tragis menimpa Ilyas Abdurahman (48), seorang pengusaha rental mobil asal Pidie, Aceh. 

Ilyas tewas ditembak oleh komplotan pelaku penggelapan mobil pada Kamis (2/1/2025) sekira pukul 04.30 WIB.

Ilyas tewas ditembak di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Kejadian bermula saat Ilyas dan timnya berupaya mengejar mobil Honda Brio miliknya yang diduga hendak dibawa kabur oleh kawanan pelaku. 

Berdasarkan pelacakan melalui perangkat GPS yang terpasang pada mobil, posisi kendaraan berhasil terdeteksi.

Rizky Agam S, anak kedua Ilyas Abdulrahman, mengungkapkan kekecewaannya terhadap personel Polsek Cinangka, Banten.

Baca juga: Polisi Disebut Tolak Dampingi Korban Penembakan di Tol Tangerang-Merak,Kapolsek Cinangka Klarifikasi

Dia mengatakan bahwa pihaknya sempat meminta pendampingan kepada Polsek Cinangka untuk melacak kendaraan yang disewakan sang ayah, namun permintaan itu ditolak.

Padahal menurut Agam, mobil tersebut hanya berjarak 200 meter kurang lebih dari Polsek Cinangka. 

Mengutip Kompas.com via Tribunnews, Jumat (3/1/2024), lebih lanjut Agam menjelaskan, pihaknya sengaja meminta pendampingan ke Polsek Cinangka lantaran mengetahui bahwa pelaku membawa senjata api.

Oleh sebab itu, dia bersama timnya, termasuk dua korban, mendatangi Polsek Cinangka untuk minta pendampingan. 

Bahkan permintaan itu telah diteruskan oleh polisi yang bertugas piket malam ke Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan melalui sambungan telepon, tapi tetap ditolak. 

Baca juga: Cerita Anak Bos Rental Mobil saat Kejar Pelaku di Tol Tangerang: Ngaku TNI Sambil Nodong Senjata

Alasannya karena pihak korban belum membuat laporan ke pihak kepolisian terkait masalah penggelapan mobil tersebut.

Tidak hanya itu, bahkan kata Agam, pihak Polsek Cinangka sempat mengira pihaknya merupakan leasing mobil yang sedang mengincar mobil tersebut.

Padahal Agam dan timnya sudah menunjukkan bukti bahwa itu mobil pribadi, yang dipergunakan untuk usaha jasa rental.

Pihaknya menunjukkan bukti kepemilikan lengkap, seperti BPKB, STNK dan kunci asli mobil yang dimaksud.

Meski begitu, pihak polisi tetap menolak untuk melakukan pendampingan kepada pihak korban.(*)

Narator: Siti Masyithah

Baca juga: Inilah Sukolilo, Daerah yang Dikait-kaitkan dengan Penembakan Bos Rental Mobil di Tangerang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved