Berita Aceh Barat
Gajah Liar Ditemukan Mati
Seekor gajah liar betina ditemukan mati di hutan dalam kawasan lahan PT Sapta Pesona Jaya Desa Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat.
“Rencananya kita akan membantu memindahkan gajah menggunakan alat berat pada 1 Januari 2025. Namun upaya ini batal karena gajah ditemukan mati pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.” Said Wahyu, Kepala BPBD Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Seekor gajah liar betina ditemukan mati di hutan dalam kawasan lahan PT Sapta Pesona Jaya Desa Alue Kuyun, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat. Gajah tersebut ditemukan mati usai terperosok di lembah pada Rabu, 1 Januari 2025.
Sebelumnya, tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah berusaha menangani kondisi gajah yang diketahui sedang sakit, namun upaya tersebut terhambat oleh kondisi medan yang sulit dijangkau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Said Wahyu menjelaskan pada 31 Desember 2024, tim BKSDA bersama tim WRU Aceh Barat telah memverifikasi laporan mengenai gajah sakit di kawasan lahan PT Sapta Pesona Jaya.
Di lokasi, tim menemukan tiga ekor gajah, termasuk induk gajah yang sakit pada bagian kaki, serta salah satu anak gajah yang sakit pada belalai. Induk gajah ditemukan terperosok di lembah, namun masih hidup dan dijaga oleh kawanan gajah lainnya.
Said menyatakan, upaya pembiusan gajah untuk perawatan lebih lanjut tidak dapat dilaksanakan, karena kondisi lapangan yang terjal ditambah adanya kawanan gajah lainnya di sekitar serta tidak adanya posisi aman untuk melakukan pembiusan.
“Rencananya kita akan membantu memindahkan gajah menggunakan alat berat pada 1 Januari 2025. Namun upaya ini batal karena gajah ditemukan mati pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB,” kata Said.
Akhirnya, tim medis kemudian melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah yang melibatkan sejumlah personel dari BKSDA dan tim medis. Hasil sementara menunjukkan bahwa gajah yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun ini mati akibat fraktur kominutif (patah tulang) pada kaki depan sebelah kanan. Fraktur tersebut diperkirakan disebabkan oleh trauma berat yang dialami gajah.
Untuk mendalami penyebab pasti kematian, tim medis juga mengambil sampel organ tubuh gajah, yang akan dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah proses nekropsi, bangkai gajah langsung dikuburkan di lokasi menggunakan ekskavator untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.(sb)
| Kebakaran Lahan di Aceh Barat Meluas, Titik Api Bertambah, BPBD Sulit Mobilisasi Alat |
|
|---|
| 5 Ruko di Pusat Perdagangan Meulaboh Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar |
|
|---|
| Api Lalap Lima Pertokoan di Pusat Perdagangan Meulaboh |
|
|---|
| Satu Unit Rumah di Pante Ceureumen Aceh Barat Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta |
|
|---|
| Karhutla di Gampong Lapang Aceh Barat Capai 1,5 Hektare, Pemadaman Terkendala Angin dan Sumber Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gajah-mati-di-Aceh-Barat_2025.jpg)